Dipicu Aksi Ambil Untung IHSG Berpotensi Melemah

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 30 April 2026 | 11:56 WIB
Ilustrasi IHSG dan BEI. (BeritaNaisonal/IDX)
Ilustrasi IHSG dan BEI. (BeritaNaisonal/IDX)

BeritaNasional.com -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 2,03 poin atau 0,03% ke posisi 7.103,26. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,50 poin atau 0,07% ke posisi 683,64

Dalam analisisnya Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menerangkan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/4/2026) berpotensi bergerak melemah dipicu aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar jelang libur panjang akhir pekan 

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 7.000- 7.325," ujarnya.

Dari mancanegara, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunganya di level 3,5-3,75%.

Namun, perbedaan pendapat pejabat The Fed terlihat semakin mencolok, terutama mengenai prospek kebijakan di tengah meningkatnya ketidakpastian di Timur Tengah.

Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan akan tetap berada  dalam The Fed, namun hanya sebagai Dewan Gubernur. Mengenai penyelidikan Powell terhadap The Fed, Powell tidak akan meninggalkan dewan sampai semua investigasi selesai dengan transparan dan tuntas.

Pertemuan kali ini merupakan pertemuan terakhir Powell sebagai pemimpin rapat The Fed, yang nantinya akan digantikan oleh Kevin Warsh, yang sudah mendapatkan konfirmasi dari Senat AS untuk mengisi posisi tersebut.

Di sisi lain, dari AS, pelaku pasar menantikan rilis indeks PCE Prices bulan Maret 2026 yang diperkirakan naik di level 3,3% dari sebelumnya 2,8% pada Februari 2026.

Sementara itu, data pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal I-2026 diperkirakan tumbuh 1.5 persen quartal on quartal (qoq) dari sebelumnya 0,5 persen (qoq).

Dari kawasan Eropa, pelaku pasar akan mencermati rilis data PDB kuartal I-2026, inflasi, tingkat pengangguran, serta hasil pertemuan Europan Central Bank (ECB).

Menurut konsensus, diperkirakan ECB masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,15 persen, seiring Bank of England (BoE) yang berpotensi masih mempertahankan suku bunga di level 3,75%.

Dari dalam negeri, perdagangan saham hanya berlangsung selama empat hari pada pekan ini, seiring adanya Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat, 1 Mei 2026, yang disusul libur akhir pekan Sabtu dan Minggu.

Sementara itu, Presiden Prabowo menargetkan percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan.

Dalam waktu dekat, sekitar 1.000 koperasi akan diresmikan, disusul lebih dari 25.000 dalam beberapa bulan, dengan target akhir mencapai sekitar 80.000 unit di seluruh Indonesia.

Koperasi ini dirancang berbasis aset fisik seperti gudang, cold storage, gerai, dan kendaraan agar langsung menggerakkan ekonomi desa, bukan sekadar administratif. Program ini disebut memiliki skala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Setiap koperasi diperkirakan menyerap sekitar 18 tenaga kerja, sehingga berpotensi menciptakan lapangan kerja luas serta memperkuat distribusi hasil pertanian dan perikanan. Selain itu, koperasi akan terintegrasi dengan program makan bergizi gratis untuk menciptakan permintaan yang stabil bagi produk lokal. (Antara)

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: