Pakistan Turun Tangan, Iran Serahkan Proposal Negosiasi Baru untuk Akhiri Konflik dengan AS
BeritaNasional.com - Pakistan kembali menunjukkan peran krusial sebagai jembatan diplomasi di Timur Tengah. Duta Besar Iran untuk Pakistan Reza Amiri Moghadam mengonfirmasi upaya mediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik panjang antara Teheran dan Washington masih terus berjalan hingga saat ini.
Berdasarkan informasi dari kantor berita resmi IRNA pada Minggu (3/5/2026), Moghadam mengungkapkan Iran telah menyerahkan draf rencana negosiasi terbaru melalui Pakistan.
Sebagai mediator utama dalam proses ini, kepemimpinan Pakistan dilaporkan telah meneruskan proposal tersebut langsung ke Washington.
Moghadam menegaskan posisi Iran saat ini sangat transparan. Menurut dia, bola kini ada di tangan Amerika Serikat (AS) untuk menentukan masa depan ketegangan di kawasan tersebut.
"Teheran transparan dalam posisi dan tuntutannya, dan bergantung pada Amerika Serikat bahwa jika mereka dengan tulus berupaya menyelesaikan masalah dan mencapai terobosan dalam negosiasi, mereka harus mengubah perilakunya," tegasnya.
Ia menambahkan sikap agresif dan tindakan yang dianggap berlebihan oleh AS harus segera diakhiri. Sebagai gantinya, Washington diharapkan mengadopsi pendekatan yang lebih menghormati hak-hak kedaulatan Iran.
Dunia internasional kini tengah memantau dengan cermat hasil dari mediasi yang dimotori oleh Islamabad ini.
Moghadam menekankan meskipun Iran tetap bersiaga dan mengambil langkah-langkah militer yang diperlukan untuk membela kedaulatan negaranya, jalur diplomasi tetap menjadi prioritas utama.
"Semua orang di kawasan dan dunia sedang menunggu hasil pembicaraan tersebut," tambahnya.
Iran berharap melalui perantara Pakistan, Amerika Serikat menunjukkan itikad baik untuk mencapai terobosan nyata dalam perundingan.
Keberhasilan mediasi ini diharapkan dapat meredam eskalasi konflik yang selama ini mengancam stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah dan dunia.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







