Panpel Persija Soroti Pemindahan Laga Melawan Persib: Suporter Sudah Tertib, tapi Tetap Dipindah?

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 06 Mei 2026 | 15:09 WIB
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija, Ferry Indrasjarief (baju hitam). (BeritaNasional/Bachtiar)
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija, Ferry Indrasjarief (baju hitam). (BeritaNasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija, Ferry Indrasjarief mengungkapkan rasa kekecewaannya atas batal digelarnya laga Persija melawan Persib di Jakarta dengan alasan demi menjaga kondusifitas.

Menurutnya, The Jak Mania julukan suporter Persija telah menunjukkan perilaku yang baik sepanjang musim ini baik selama menonton pertandingan kandang.

"Kecewa sekali, padahal kita sudah berupaya bekerja sama dengan Jakmania, berupaya untuk menunjukkan bahwa perilaku suporter kita sudah bagus,” kata Ferry kepada awak media usai pertemuan dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan Baintelkam di Mabes Polri, Jakarta pada Rabu (6/5/2026).

Bahkan, Ferry turut mengungkit sepanjang musim tidak ada kejadian berarti disebabkan suporter The Jak Mania yang memicu kekhawatiran berlebih dari pihak keamanan maupun penyelenggara liga.

“Boleh dibilang selama musim ini kita tidak ada kejadian apa pun yang berarti sehingga membuat PSSI ataupun liga khawatir dengan kondisi ini," tuturnya.

Selain kehilangan dukungan langsung dari suporter, pemindahan lokasi pertandingan juga berdampak bagi Persija secara tim. Karena, ini merupakan kerugian yang jauh lebih besar dibandingkan aspek materi.

"Ketika saya komunikasi dengan (Pelatih Persija) Maurizio Souza, pelatih juga sama, kita kecewa nggak bisa main di rumah, kita kecewa nggak bisa main di depan pendukung kita," kata Ferry.

Meski begitu, Ferry mengungkap sesaat adanya larangan bertanding di Jakarta pihaknya sempat mencari alternatif stadion lain di Pulau Jawa, seperti di Jepara dan Surabaya.

Namun, izin yang diberikan hanya untuk pertandingan tanpa penonton. Karena opsi itulah, akhirnya muncul kesepakatan untuk memilih Stadion Segiri Samarinda sebagai lokasi pertandingan agar laga tetap bisa disaksikan oleh suporter.

"Saya coba tanya ke pihak kepolisian, kalau memang kalian bisa menyelenggarakan di Samarinda dipersilakan saja, pihak kepolisian juga akan bantu perizinannya dengan penonton. Jadi itu sejarahnya kenapa sampai kita akhirnya menetapkan di Samarinda gitu," ujar Ferry.

Alasan Pemindahan

Sebelumnya, Keputusan itu disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus setelah berkoordinasi dengan Baintelkam Mabes Polri terkait beberapa pertimbangan pertandingan yang sebelumnya bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

“Liga memutuskan untuk digelar di Kalimantan Timur, ya di Samarinda tepatnya. Waktunya sama, tanggal sepuluh, jamnya tetap 15.30 WIB,” ucap Ferry di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Fery menjelaskan alasan kepindahan lokasi yang seharusnya menjadi pertandingan home dari Persija, karena beberapa pertimbangan rangkaian acara besar yang berlangsung pada bulan Mei khususnya di Jakarta.

“Seperti teman-teman ketahui bahwa bulan Mei adalah bulan yang banyak sekali agenda-agenda yang tentunya dikhawatirkan menimbulkan hal-hal yang di luar daripada kewenangan atau keinginan di aspek sepak bola,” tuturnya.

“Nah, oleh karena itu liga punya tanggung jawab untuk tetap digelar mengingat setelah agenda ini akan banyak agenda-agenda yang jauh lebih besar daripada di luar kompetisi liga sendiri,” tambah Ferry.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: