Pendakian Gunung Dukono Ditutup Permanen, Pelanggar Bakal Disanksi Tegas
BeritaNasional.com - Usai erupsi Gunung Dukono pada Jumat (8/5/2026) yang menewaskan tiga orang dan menyebabkan 15 korban lainnya, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara melalui surat keputusan Bupati Halmahera Utara menutup permanen pendakian gunung api Dukono pada Jumat (8/5/2026), yang kembali mempertegas keputusan Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara tentang penutupan total aktivitas pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026.
"Melalui keputusan tersebut, operator, pengelola maupun penyedia jasa pendakian dilarang memberikan izin pendakian kepada siapapun," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Minggu (10/5/2026).
Pemkab Halmahera Utara dengan tegas melarang masyarakat maupun wisatawan memasuki kawasan rawan bencana (KRB) dalam radius empat kilometer dari puncak kawah sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Pemkab Halmareha Utara juga meminta pengelola maupun penyedia jasa pendakian agar aktif melakukan sosialisasi terkait penutupan jalur pendakian serta potensi bahaya erupsi kepada masyarakat dan wisatawan guna mencegah risiko korban jiwa.
Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas pendakian di kawasan Gunung Dukono akan terus diperketat. Setiap pelanggaran terhadap ketentuan penutupan jalur pendakian dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"BNPB mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pengelola jasa pendakian untuk selalu memeriksa daerah rawan bencana melalui aplikasi InaRisk Personal BNPB, mematuhi rekomendasi PVMBG serta tidak melakukan aktivitas di zona berbahaya demi keselamatan bersama," pesan BNPB.
Sebelumnya, Tim Search and Rescue (SAR) gabungan akhirnya menemukan dua korban terakhir erupsi Gunung Api Dukono pada operasi pencarian hari ketiga, Minggu (10/5/2026). Kedua korban yang merupakan warga negara asing (WNA) tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama pada Sabtu (9/5/2026) kemarin. Dengan ditemukannya seluruh korban, maka operasi SAR resmi ditutup.
Sebelumnya, tim SAR gabungan telah menemukan satu korban berinisial E (P) warga negara Indonesia (WNI) dalam kondisi meninggal dunia. Dengan ditemukannya dua korban lainnya, maka seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil ditemukan. Dua korban terakhir tersebut masing-masing berinisial H.W.Q.T. (L) WNA usia 30 tahun dan S.M.B.A.H. (L) WNA usia 27 tahun. Serta 15 korban luka-luka lainnya, di mana seluruh korban adalah pendaki di gunung tersebut.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu






