Targetkan Rp2,5 Triliun, Baznas Perkuat Strategi Kurban 2026 demi Bangkitkan Ekonomi Umat
BeritaNasional.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI resmi memperkuat strategi layanan kurban untuk tahun 2026/1447 Hijriah.
Langkah ini diambil guna memastikan distribusi daging kurban menjangkau wilayah yang lebih luas sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menegaskan ibadah kurban tidak boleh hanya dilihat sebagai ritual semata, melainkan harus menjadi pilar penguatan ekonomi umat sebagai fondasi kemajuan bangsa.
"Maka kita ingin sekarang membangun visi baru. Visi baru beragama adalah membangun ekonomi umat itu harus seserius, sungguh-sungguh kita ketika berpolitik, ketika menyelenggarakan haji, membangun masjid, sekolah, pesantren dan rumah sakit," ujar Sodik yang dikutip dari Antara pada Senin (11/5/2026).
Fokus pada Digitalisasi dan Keadilan Distribusi
Untuk mencapai visi tersebut, Baznas akan berfokus pada tiga pilar utama: penguatan penghimpunan dana, pendayagunaan yang adil dan berdampak luas, serta percepatan digitalisasi sistem yang terpadu.
Senada dengan hal tersebut, Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Baznas RI Rizaludin Kurniawan menekankan pentingnya menghadirkan nilai spiritual dalam setiap layanan kurban.
Menurut dia, proses fundraising atau penggalangan dana harus mampu menyentuh dimensi filosofis dan sosial masyarakat.
"Fundraising kurban saat ini perlu kembali menguatkan nilai-nilai spiritual masyarakat, dengan menyampaikan makna-makna keagamaan, filosofis, dan sosial secara utuh," jelas Rizaludin.
Ia juga mendorong peningkatan kualitas komunikasi dakwah, perluasan kanal pembayaran digital yang fleksibel, serta transparansi pelaporan. Hal ini dilakukan agar para pemberi kurban (mudhohi) merasa tenang dan percaya terhadap amanah yang diberikan kepada amil.
Sinergi Nasional dan Target Fantastis
Dukungan juga datang dari pemerintah melalui Kementerian Agama. Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad, menyatakan bahwa kunci keberhasilan syiar kurban terletak pada kolaborasi antara Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan para penyuluh agama.
"Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam memperkuat syiar kurban agar mampu memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi kesejahteraan umat," kata Abu Rokhmad.
Optimisme ini bukan tanpa alasan. Baznas RI menargetkan penyembelihan satu juta hewan kurban (setara domba/kambing) pada Idul Adha 1447 H mendatang.
Nilai ekonomi dari target tersebut diperkirakan menembus angka Rp2,5 triliun secara nasional.
Target besar ini merujuk pada kesuksesan tahun 2025. Realisasi kurban melalui lembaga mencapai Rp2,3 triliun.
Jika ditambah dengan kurban swadaya masyarakat yang mencapai Rp18,8 triliun, total perputaran ekonomi kurban nasional pada tahun lalu menyentuh angka fantastis, yakni Rp21,1 triliun.
Dengan strategi baru yang lebih digital dan terintegrasi, Baznas berharap momentum Idul Adha tahun ini benar-benar menjadi motor penggerak kesejahteraan bagi umat Islam di Indonesia.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu







