Dari Perjuangan Marsinah, Presiden Prabowo Tekankan Semangat Keadilan Sosial

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto masuk ke kamar Marsinah yang tetap dipertahankan sejak awa. (BeritaNasional/Setpres)
Presiden Prabowo Subianto masuk ke kamar Marsinah yang tetap dipertahankan sejak awa. (BeritaNasional/Setpres)

BeritaNasional.com -  Presiden Prabowo Subianto menegaskan bangsa Indonesia didirikan dengan falsafah dasar Pancasila. Semangat kekeluargaan dalam Pancasila menjadi dasar utama negara untuk melindungi rakyat kecil termasuk kaum buruh.

“Sesungguhnya peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi, karena negara kita, kita dirikan dengan falsafah dasar Pancasila,” ucapnya..

Presiden yang berpidato pada peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026) juga menyampaikan para pendiri bangsa telah meletakkan dasar negara yang mempersatukan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, dan ras. Menurut Presiden, sila keadilan sosial dan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa perekonomian Indonesia dibangun atas asas kekeluargaan, di mana yang kuat membantu yang lemah.

“Buruh adalah anak-anak bangsa. Petani, tani adalah anak bangsa. Nelayan anak bangsa. Semuanya, para pemimpin, para politisi, para birokrat hanya petugas, hanya penerima mandat, hanya mereka yang diberi kepercayaan untuk mimpin semuanya,” katanya.

Dalam momen peresmian tersebut, presiden turut melihat langsung kondisi kamar Marsinah yang dipertahankan apa adanya sebagai pengingat atas perjuangan dan pengorbanannya. “Saya lihat perjuangan beliau dan saya prihatin dengan peristiwanya. Bahwa ada seorang, pimpinan, ada seorang pimpinan pengusaha yang punya pemikiran-pemikiran yang jahat demi keuntungan yang besar. Ini tidak sesuai dengan dasar berdirinya Republik kita,” cerita Presiden.

Untuk itu, presiden pun mengajak seluruh pelaku usaha untuk membangun semangat “Indonesia Incorporated.” Dari pandangan ini, seluruh rakyat Indonesia adalah pemegang saham atas kekayaan bangsa, dan negara wajib memastikan kekayaan tersebut dinikmati seluruh rakyat secara adil.

“Bukan sebaliknya. Bukan pemimpin, bukan pejabat, bukan mereka yang dipilih malah berkolusi untuk menghilangkan hak rakyat atas kekayaan seluruh Indonesia. Ini perjuangan kita bersama,” tuturnya.

“Jadi kita terbuka. Ayo, sama-sama. Ini perjuangan kita bersama dan ini lambangnya adalah Ibu Marsinah,” tandasnya.
 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: