PINTU Hadirkan 48 Aset Tokenisasi dari Apple hingga Tesla

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:34 WIB
Ilustrasi tokenisasi aset. (Foto/doc. Pintu)
Ilustrasi tokenisasi aset. (Foto/doc. Pintu)

BeritaNasional.com - Platform investasi aset kripto PINTU mencatat perkembangan positif di tengah meningkatnya tren tokenisasi aset global.

Aplikasi yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini kini memperluas pilihan investasi dengan menghadirkan total 48 aset tokenisasi yang bisa diperdagangkan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi PINTU dalam membuka akses investasi global yang lebih mudah bagi investor kripto di Indonesia.

Transaksi Tokenisasi Aset Tumbuh Signifikan

Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, menyebut tren transaksi tokenized asset di platformnya terus menunjukkan pertumbuhan positif.

“Transaksi tokenized asset di PINTU terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pada April 2026, jumlah pengguna secara kumulatif meningkat 9,49% dibandingkan Maret 2026, dengan rata-rata transaksi per pengguna mengalami pertumbuhan hingga 87,32%. Adapun lima tokenized asset yang paling aktif diperdagangkan pada April 2026 secara berurutan adalah iShares Silver Trust (SLVON), Apple (AAPLX), Palantir Technologies (PLTRON), Tesla (TSLAX), serta Alibaba Group (BABAON),” ucap Iskandar, dikutip dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Secara global, minat terhadap tokenisasi aset digital juga terus meningkat. Berdasarkan data RWA.xyz per 12 Mei 2026, kapitalisasi pasar tokenisasi aset dalam 30 hari terakhir naik 5,38% menjadi sekitar 32,18 miliar dolar AS atau setara Rp563 triliun.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan juga disebut memberikan respons positif terhadap perkembangan teknologi blockchain dan kriptografi, termasuk tokenisasi aset yang dinilai membuka akses investasi lebih luas dan terjangkau.

PINTU Tambah Akses ke 48 Aset Global

Menurut Iskandar, penambahan 48 aset tokenisasi ini mencakup berbagai sektor industri global, mulai dari teknologi, Artificial Intelligence (AI), semikonduktor, e-commerce, layanan keuangan, consumer goods, kesehatan, energi, telekomunikasi, hingga instrumen investasi seperti ETF dan emas digital.

“Dalam rangka terus mendukung perkembangan tokenisasi aset agar bisa diakses dengan mudah oleh investor crypto Indonesia, PINTU telah menghadirkan 48 aset yang tertokenisasi. Aset-aset ini merepresentasikan berbagai sektor industri global, mulai dari teknologi dan Artificial Intelligence (AI), semikonduktor, e-commerce, layanan keuangan, consumer goods, kesehatan, energi, telekomunikasi, hingga instrumen investasi seperti ETF dan emas digital. Dengan pilihan aset yang semakin beragam, investor Indonesia kini bisa mendapatkan eksposur ke berbagai industri global langsung dari ekosistem crypto,” ujar Iskandar.

Deretan aset tersebut mencakup nama besar seperti Apple, Alphabet, Meta Platforms, Tesla, NVIDIA, Microsoft, Amazon, hingga JPMorgan Chase & Co, serta instrumen lain yang mewakili berbagai sektor strategis global.

Lebih lanjut, Iskandar menekankan bahwa tokenisasi aset memberi peluang bagi investor untuk membangun portofolio global yang lebih beragam melalui ekosistem kripto.

“Tokenisasi aset memungkinkan investor crypto untuk membangun portofolio investasi global yang terdiversifikasi melalui ekosistem crypto, sekaligus menghadirkan pengalaman investasi yang lebih fleksibel, transparan, dan dapat diakses 24/7. Meski begitu, penting bagi investor untuk memahami produk, melakukan riset secara menyeluruh, dan menerapkan manajemen risiko yang baik agar keputusan investasi tetap selaras dengan tujuan finansial jangka panjang,” tutup Iskandar.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: