Kebijakan Ekspor Satu Pintu Diharap Bisa Perbaiki Tata Kelola Niaga Sawit

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Senin, 22 Juni 2026 | 01:00 WIB
Ilustrasi industri kelapa sawit. (Foto/Freepik)
Ilustrasi industri kelapa sawit. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) optimistis kebijakan sistem ekspor satu pintu (one gate policy) komoditas sumber daya alam, khususnya minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) bisa memperbaiki tata kelola niaga sawit nasional.

"Kami melihat sistem ekspor satu pintu bisa  jadi peluang memperbaiki tata kelola niaga sawit nasional," ujar Ketua AKPSI Mudyat Noor.

Ketua AKPSI sekaligus Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor mengatakan, tata kelola yang perlu dibenahi utamanya itu persoalan harga, seperti adanya penentuan harga di bawah harga pasar (underpricing), juga penetapan harga transaksi antar entitas (transfer pricing), yang selama ini mempengaruhi penerimaan negara dan daerah.

Jika kebijakan ekspor satu pintu berjalan baik, kata dia, maka ia memperkirakan harga sawit di domestik lebih stabil dan seragam.

Hal ini bisa menguntungkan petani sawit, juga meminimalkan praktik underpricing dan transfer pricing yang bermuara pada pendapatan negara meningkat.

"Dengan meningkatnya pendapatan negara, diharapkan berdampak pada kenaikan dana bagi hasil (DBH) sawit bagi daerah penghasil," jelasnya.

AKPSI kini beranggotakan164 kabupaten/kota, juga mendorong peningkatan DBH sawit dari delapan persen menjadi minimal 15 persen bagi daerah penghasil sawit di Indonesia.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: