Kurangi Ketergantungan pada Qualcomm, Samsung Garap Exynos 2700 untuk Galaxy S27 Series

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi ponsel Samsung. (Foto/Samsung)
Ilustrasi ponsel Samsung. (Foto/Samsung)

BeritaNasional.com - Samsung dilaporkan tengah membuat kemajuan signifikan dalam pengembangan chipset flagship internal terbaru. 

Langkah ini mempertegas keseriusan raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut untuk memperbanyak penggunaan prosesor Exynos pada lini ponsel premium Galaxy S sekaligus menekan ketergantungan pada produsen chip eksternal seperti Qualcomm.

Dalam sebuah pengarahan terbaru, President dan Head of System LSI Business Samsung Park Yong-in mengonfirmasi proyek pengembangan Exynos 2700 saat ini berjalan tanpa hambatan. 

Meski tidak memerinci model smartphone yang akan menggunakannya, cip ini diproyeksikan kuat bakal menjadi otak dari seri flagship Galaxy S27 yang dijadwalkan meluncur pada awal 2027.

Langkah ini menjadi sinyal resmi terkuat mengenai eksistensi Exynos 2700, yang nantinya akan diposisikan untuk menantang chipset premium generasi berikutnya dari Qualcomm, seperti Snapdragon 8 Elite Gen 6. 

Samsung kemungkinan mempertahankan strategi dual-chip andalannya, yaitu membagi penggunaan Exynos dan Snapdragon berdasarkan wilayah pemasaran.

Untuk bersaing di kelas atas, Samsung membawa sejumlah peningkatan teknis yang menjanjikan pada Exynos 2700. Berbeda dari generasi terdahulu, chipset ini diharapkan mengadopsi tata letak side-by-side (SBS).

Teknologi ini menyatukan prosesor dan DRAM di atas substrat yang sama.

Selain itu, Samsung menyematkan blok jalur panas khusus (Hot Path Block) yang berfungsi sebagai sistem pendingin yang lebih efisien. Kombinasi teknologi ini diklaim mampu memberikan sejumlah keunggulan:

  • Bandwidth memori: Meningkat hingga 30–40%.
  • Efisiensi daya: Jauh lebih hemat dan optimal.
  • Manajemen termal: Suhu ponsel lebih terjaga dengan performa yang tetap konsisten meski sedang menjalankan komputasi berat.

Bukan rahasia lagi jika raksasa teknologi ini sempat menghadapi kendala pada beberapa generasi Exynos terdahulu, mulai dari isu efisiensi produksi (yield rate) yang rendah hingga masalah overheating. Hal inilah yang membuat Samsung sempat absen menggunakan Exynos di beberapa lini flagship mereka.

Diproduksi dengan fabrikasi 2nm yang telah disempurnakan, Exynos 2700 dirancang khusus untuk memangkas jarak performa dengan Qualcomm.

Target utamanya adalah mengejar ketertinggalan dalam kecepatan single-core, sekaligus mengungguli kompetitor dalam performa multi-core serta stabilitas untuk tugas-tugas berat yang berkelanjutan.

Meski demikian, tantangan besar masih membayangi Samsung, mulai dari tingginya biaya produksi fabrikasi baru hingga dominasi ekosistem Qualcomm yang sudah sangat kuat di pasar. Ketika lini Galaxy S27 meluncur nanti, performa riil dari Exynos 2700 akan menjadi penentu utama apakah Samsung berhasil menghadirkan ponsel flagship yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga menguntungkan secara bisnis.

Sumber: Gizmochinasinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: