Ribuan Robotaxi Waymo Direcall, Sistem AI Ternyata Masih Bisa Salah Jalan!

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 20 Juni 2026 | 00:06 WIB
Ilustrasi mobil tanpa pengendara di China. (Foto/Gemini AI)
Ilustrasi mobil tanpa pengendara di China. (Foto/Gemini AI)

BeritaNasional.com - Waymo kembali menjadi sorotan di industri otomotif setelah mengumumkan penarikan kembali (recall) lebih dari 3.800 unit robotaxi miliknya. Langkah ini diambil setelah perusahaan menemukan adanya masalah pada sistem perangkat lunak yang berpotensi memengaruhi kinerja kendaraan otonom di kondisi jalan tertentu.

Dikutip dari carscoops, Sabtu (20/6/2026), recall tersebut berkaitan dengan sistem Automated Driving System (ADS) generasi kelima, yang berfungsi sebagai “otak” utama dalam pengoperasian mobil tanpa pengemudi. Dalam kondisi tertentu, terutama di area konstruksi atau zona dengan pengaturan lalu lintas sementara, sistem ini dilaporkan dapat gagal mengenali situasi dengan tepat. Akibatnya, kendaraan berisiko menabrak pembatas jalan, gerbang, rantai, atau perangkat pengarah lalu lintas lainnya.

Waymo menegaskan bahwa permasalahan ini tidak disebabkan oleh kerusakan perangkat keras, melainkan murni pada sisi perangkat lunak. Sebagai solusi, perusahaan akan menggulirkan pembaruan sistem (software update) ke seluruh armada robotaxi untuk mengatasi potensi kesalahan tersebut.

Karena seluruh kendaraan yang terdampak berada dalam kepemilikan dan kendali Waymo, proses penanganan dipastikan dapat dilakukan secara menyeluruh tanpa risiko unit yang terlewat.

Sebelumnya, perusahaan juga sempat menghadapi kendala operasional lain ketika sejumlah robotaxi kesulitan melewati jalan yang tergenang banjir. Dalam salah satu insiden, sebuah kendaraan bahkan sempat terjebak selama hampir satu jam sebelum kondisi memungkinkan untuk penanganan lebih lanjut.

Meski tidak menimbulkan insiden besar, rangkaian kejadian ini menyoroti tantangan yang masih dihadapi teknologi kendaraan otonom, terutama ketika beroperasi di luar kondisi jalan yang terprediksi oleh sistem.

Di tengah persaingan industri kendaraan otonom yang semakin ketat, sejumlah perusahaan lain terus melaju dengan strategi pengembangan masing-masing. Salah satunya Uber yang baru saja menjalin kemitraan dengan Stellantis dan Wayve untuk mengembangkan layanan transportasi otonom berskala besar menggunakan kendaraan khusus.

Sumber: carscoopssinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: