India Larang Telegram Beroperasi, Pengguna VPN Melonjak Tajam
BeritaNasional.com - Larangan Telegram di India memicu lonjakan penggunaan VPN dan aplikasi pesaing.
India telah memblokir akses ke aplikasi pesan Telegram selama seminggu karena kekhawatiran terhadap kecurangan ujian.
Hal tersebut mengakibatkan lonjakan pengguna yang beralih ke jaringan pribadi virtual (VPN) dan aplikasi pesan alternatif.
Dilansir dari TechCrunch pada Jumat (19/6/2026), perusahaan intelijen aplikasi Appfigures mengatakan India mengumumkan pemblokiran Telegram.
Akibat pemblokiran Telegram tersebut, unduhan aplikasi VPN di India meningkat 49 persen sejak awal 2025. Rata-rata harian unduhan VPN di India mencapai 208.000 unduhan.
Diketahui, Proton VPN dan Turbo VPN mencatat peningkatan terbesar. Unduhan Proton VPN di App Store Apple di India melonjak 113 persen. Sementara itu, unduhan Turbo VPN naik 85 persen.
Di Google Play, unduhan Proton VPN naik 64 persen dan unduhan Turbo VPN meningkat 35 persen. Unduhan NordVPN di App Store meningkat 41 persen, sedangkan unduhan ExpressVPN di Google Play naik 31 persen.
Lonjakan tersebut juga mendorong beberapa layanan VPN naik peringkat di tangga aplikasi toko aplikasi India.
Proton VPN naik dari peringkat ke-18 ke peringkat ke-5 dalam peringkat Utilitas Apple antara 16 Juni dan 18 Juni. Sementara itu, peringkatnya di Google Play naik dari peringkat ke-8 ke peringkat ke-2 dalam kategori Alat, menurut Appfigures.
Lonjakan permintaan VPN terjadi setelah keputusan India untuk sementara membatasi Telegram hingga 22 Juni 2026 karena kekhawatiran bahwa penipu menggunakan platform tersebut untuk menargetkan kandidat menjelang ujian ulang Ujian Masuk Nasional (Sarjana), ujian masuk terbesar di negara itu berdasarkan jumlah pelamar.
Pemerintah India mengatakan langkah tersebut diperlukan untuk mencegah penyebaran soal ujian palsu dan penipuan terkait.
Telegram menggugat perintah tersebut di Pengadilan Tinggi Delhi, dengan alasan bahwa pihak berwenang seharusnya menargetkan konten tertentu daripada memblokir seluruh platform. Namun, pengadilan menguatkan pembatasan tersebut pada hari Jumat.
Respons tersebut meluas melampaui data unduhan app-store. Proton mengatakan pendaftaran harian dari India meningkat 120 persen di atas level dasar pada Rabu setelah pendaftaran per jam melonjak 150 persen pada Selasa malam menyusul pembatasan Telegram.
Perusahaan tersebut menggambarkan peningkatan itu sangat penting mengingat skala keberadaannya di negara tersebut.
Sumber: TechCrunch
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 23 jam yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 21 jam yang lalu







