Belanja Senjata Nuklir Dunia Naik 19 Persen, Capai Rekor Tertinggi

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 09 Juni 2026 | 12:07 WIB
Perjanjian New START soal nuklir berakhir (Foto/Pixabay)
Perjanjian New START soal nuklir berakhir (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Laporan terbaru dari International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN) mencatat pengeluaran Belanja global untuk persenjataan nuklir mencapai rekor tertinggi tahun lalu.

Total pengeluaran dari sembilan negara pemilik senjata nuklir mencapai sekitar US$119 miliar, atau setara US$3.768 per detik, naik sekitar 19 persen dibandingkan 2024.

Kesembilan negara tersebut adalah Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, Inggris, India, Pakistan, Korea Utara, dan Israel.

Dari jumlah itu, Amerika Serikat tercatat sebagai pengeluar terbesar dengan anggaran sekitar US$69,2 miliar, lebih besar dibanding gabungan seluruh negara nuklir lainnya.

ICAN menilai lonjakan belanja ini terjadi di tengah tekanan ekonomi global yang masih berat. Direktur program ICAN, Susi Snyder, menyebut kondisi ini ironis ketika banyak negara justru menghadapi kenaikan biaya hidup dan kesulitan pangan serta energi.

“Pada saat biaya hidup melonjak tajam dan makanan serta bahan bakar tidak terjangkau bagi banyak orang, sungguh tidak masuk akal bahwa sembilan negara ini justru menghabiskan miliaran dolar untuk sebuah janji keamanan yang palsu,” kata Susi Snyder, Direktur Program ICAN, dikutip dari aljazeera, Selasa (9/6/2026).

Ia juga menegaskan bahwa senjata nuklir tidak memberikan jaminan keamanan, justru menyimpan risiko bencana besar jika digunakan.

Menurutnya, konsep deterrence atau penangkalan nuklir hanya bertumpu pada asumsi yang berbahaya karena mempertaruhkan keselamatan manusia.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: