Mayoritas Artis Batal Tampil di Great American Fair usai Tahu Acara Berafiliasi Trump
BeritaNasional.com - Sebagian besar artis musik memutuskan untuk mengundurkan diri dari acara Great American State Fair, sebuah rangkaian konser untuk merayakan ulang tahun ke-250 Amerika. Pengunduran diri para penampil ini usai mereka mengetahui bahwa acara ini berafiliasi dengan Presiden Donald Trump.
Melansir People pada Minggu (31/5/2026), panitia acara bentukan Trump yang disebut Freedom 250 mengumumkan pada awal pekan lalu bahwa sembilan artis awalnya dijadwalkan tampil di Great American State Fair di National Mall, yang digelar 25 Juni-10 Juli 2026.
Namun, lebih dari separuh musisi itu telah membatalkan kehadiran mereka usai Freedom 250 mengumumkan artis-artis untuk festival 16 hari tersebut. Sebagian besar artis yang tampil di antaranya, Martina McBride, Young MC, C+C Music Factory, Bret Michaels, The Commodores, dan Morris Day & The Time, mengatakan bahwa mereka tidak menyadari bahwa acara dan kelompok penyelenggara tersebut berafiliasi dengan Trump.
Hingga Minggu (31/5/2026) kemarin, hanya tersisa tiga artis dari susunan pemain asli yakni, Vanilla Ice, Milli Vanilli, dan Flo Rida.
Menanggapi mundurnya para musisi, Trump pun menyerukan pembatalan Great American State Fair sepenuhnya, dan bahkan setuju untuk mengambil alih sebagai bintang utama acara tersebut.
“Saya mengerti para artis merasa gugup menjelang penampilan mereka pada hari Rabu, jadi saya berpikir untuk membawa Atraksi Nomor Satu ke mana pun di Dunia,” tulis Trump dalam sebuah unggahan Truth Social pada Sabtu (30/5/2026).
Trump juga menyampaikan bahwa dia telah memerintahkan perwakilan dirinya untuk mempertimbangkan kelayakan untuk mengadakan rapat umum sebagai pengganti musik live.
Danielle Alvarez, seorang penasihat untuk Freedom 250, kemudian mengonfirmasi kepada The Washington Post pada 31 Mei bahwa Trump akan memulai acara pembukaan festival tersebut.
Melansir Washington Post, Trump dijadwalkan akan naik panggung acara tersebut pada hari Rabu (24/6/2026) mendatang, sehari sebelum penampilan musik pertama, McBride, yang dijadwalkan tampil di acara tersebut.
Sementara itu, Juru bicara Freedom 250 juga tidak menanggapi permintaan komentar dari PEOPLE pada Minggu (31/5/2026).
Sebelum Freedom 250 mengonfirmasi kehadiran Trump, Presiden AS itu menyebut dirinya sebagai "pria yang mendapatkan audiens jauh lebih besar daripada Elvis di masa jayanya, dan dia melakukannya tanpa gitar".
Bahkan, Trump mengklaim bahwa ia adalah pria yang cinta pada Amerika lebih dari siapapun, bahkan presiden AS terhebat sepanjang sejarah.
"Pria yang mencintai Negara kita lebih dari siapa pun, dan pria yang menurut sebagian orang adalah Presiden Terhebat dalam Sejarah (THE GOAT!)," tulis Trump di Social Truth.
Trump pun menambahkan bahwa dirinya akan menggantikan para 'seniman' kelas tiga yang dibayar mahal ini, dan menyampaikan pidato penting, membangkitkan semangat negara ke depan seperti yang telah is lakukan sejak menjadi Presiden.
Kemudian, ia pun mengecam para musisi yang batal tampil di acara tersebut dalam unggahan Truth Social yang berbeda di hari yang sama.
"Kita seharusnya mengadakan pawai besar-besaran untuk MEMBUAT AMERIKA HEBAT KEMBALI, untuk 250 orang, daripada mendatangkan penyanyi-penyanyi mahal yang tidak ingin didengar siapa pun, yang musiknya membosankan, dan yang tidak melakukan apa pun selain mengeluh,” tulis Trump.
Trump kemudian menyerukan pembatalan pertunjukan musik, sambil mengklaim bahwa ia "membatalkan" keterlibatannya di John F. Kennedy Memorial Center for the Performing Arts setelah putusan hakim federal yang menyatakan bahwa namanya ditambahkan secara ilegal ke pusat kebudayaan tersebut.
"Batalkan saja," tulisnya tentang konser Great American State Fair.
"Sama seperti saya membatalkan keterlibatan saya dengan Kennedy Center yang gagal dan tidak aman, karena seorang Hakim Federal yang Sangat Berkonflik dan Korup mengatakan bahwa saya tidak boleh menghabiskan waktu dan uang saya untuk MEMBUAT PUSAT ITU HEBAT KEMBALI, bahkan jauh lebih hebat dari sebelumnya!”
Terkait hal ini, seorang pejabat senior pemerintahan yang tidak ingin disebutkan namanya menggambarkan penyelenggaraan konser tersebut kepada The New York Times sebagai "Kekacauan".
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
POLITIK | 23 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






