Kebakaran Dahsyat Melanda 2 Hotel di India, 21 Orang Tewas dan Sejumlah Tamu Melompat dari Lantai Atas

Oleh: Kiswondari
Kamis, 04 Juni 2026 | 15:00 WIB
Hotel Micasa Inn di Malviya Nagar, Delhi Selatan, India terbakar pada Rabu (3/6/2026) terbakar. (BeritaNasional/Viory)
Hotel Micasa Inn di Malviya Nagar, Delhi Selatan, India terbakar pada Rabu (3/6/2026) terbakar. (BeritaNasional/Viory)

BeritaNasional.com - Kebakaran dahsyat terjadi di dua hotel di daerah Malviya Nagar, Delhi Selatan, India pada Rabu (3/6/2026) pagi, yang menewaskan sekitar 21 orang. Kebakaran di waktu sarapan ini memicu kepanikan di antara para tamu dan warga sekitar, dan menyebabkan sejumlah tamu melompat dari lantai atas. 

Berdasarkan rekaman dari lokasi kejadian yang dilansir dari Viory pada Kamis (4/6/2026), menunjukkan fasad Micasa Inn yang hangus, puing-puing berserakan di jalan, dengan polisi, petugas pemadam kebakaran, dan tim penyelamat bekerja di sekitar bangunan yang luluh lantak.

Viory melaporkan, kebakaran ini terjadi sekitar pukul 08.50 setempat di restoran basement hotel Flourish Stay sebelum menyebar ke Micasa Inn yang bersebelahan, menyelimuti bangunan dengan asap tebal dan menjebak orang-orang di dalamnya, dan 37 di antaranya dilaporkan berhasil diselamatkan.

Otoritas setempat mengatakan, 16 korban telah diidentifikasi pada saat publikasi, termasuk sembilan warga negara India dan warga negara Liberia, Mozambik, Nigeria, dan Bangladesh. Upaya identifikasi korban yang tersisa juga terus dilakukan, termasuk memberi tahu keluarga korban. 

“Ada banyak asap dan orang-orang mulai berlarian,” kata warga sekitar Himanshu Agarwal.

“Kami mengetahui bahwa telah terjadi kebakaran di hotel tersebut dan, yang terpenting, semua hotel ini ilegal. Tidak ada yang memiliki pintu keluar darurat kebakaran. Itulah alasan mengapa tidak ada yang bisa keluar,” sambungnya.

Agarwal mengatakan, banyak tamu yang menginap di daerah tersebut adalah warga negara asing yang mengunjungi Delhi untuk perawatan medis. Ia mengaku melihat orang-orang melompat dari lantai atas dalam upaya putus asa untuk melarikan diri dari kobaran api.

“Terjadi banyak keributan. Orang-orang melompat dari atas,” ungkap Agarwal, seraya menambahkan bahwa ia pun mendengar orang-orang “berteriak dan sekarat”.

“Siapa yang bertanggung jawab atas ini?” tanyanya.

“Pemerintah harus aktif. Hotel-hotel ilegal harus ditutup,” desaknya.

Sementara itu, otoritas setempat juga telah melakukan penyelidikan atas kebakaran tersebut di tengah meningkatnya pengawasan terhadap standar keselamatan. Dinas Pemadam Kebakaran Delhi mengatakan hotel tersebut tidak memiliki sertifikasi keselamatan kebakaran yang tepat dan tidak akan memenuhi syarat untuk mendapatkannya berdasarkan peraturan yang ada.

Laporan juga menunjukkan bahwa properti tersebut memiliki izin untuk mengoperasikan enam kamar di bawah skema Bed and Breakfast (B&B) tetapi diduga mengoperasikan 25 kamar, termasuk beberapa di ruang bawah tanah.

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Delhi, Ashish Sood telah memerintahkan inspeksi terhadap semua penginapan B&B di ibu kota, sementara Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan kompensasi sebesar 2 lakh rupee untuk keluarga korban tewas dan 50.000 rupee untuk korban luka.

Sumber: Viorysinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: