153 Recall pada Tahun 2025, Ford Klaim Kualitas Kendaraan Justru Meningkat
BeritaNasional.com - Produsen otomotif asal Amerika Serikat, Ford Motor Company, mencatatkan rekor jumlah penarikan kembali (recall) kendaraan sepanjang tahun 2025. Total terdapat 153 recall yang berdampak pada hampir 13 juta unit kendaraan dalam satu tahun, angka tertinggi sepanjang sejarah industri otomotif Amerika Serikat.
Berdasarkan data Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA) dilansir dari Carcoops, jumlah tersebut hampir dua kali lipat dari rekor sebelumnya yang dicatat General Motors pada 2014 dengan 77 recall. Data tersebut masih berpotensi bertambah karena laporan NHTSA baru mencakup periode hingga 23 Desember 2025.
Meski angka recall terbilang besar, Ford menegaskan lonjakan tersebut bukan disebabkan penurunan kualitas produk. Manajemen perusahaan menyebut peningkatan recall justru merupakan bagian dari strategi transparansi dan pembenahan internal yang lebih agresif.
Chief Operating Officer Ford, Kumar Galhotra, mengatakan perusahaan telah menggandakan jumlah tim keselamatan, memperluas pengujian kendaraan, melakukan audit perangkat lunak, serta mempercepat proses identifikasi dan perbaikan cacat produksi. Langkah ini diambil untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini sebelum berkembang menjadi persoalan hukum, kebakaran kendaraan, atau keluhan luas dari konsumen.
“Saya ingin konsumen mengetahui bahwa kami bertanggung jawab atas produk kami. Kualitas awal kendaraan kami meningkat secara signifikan, dan jika terjadi masalah, kami akan bertindak cepat untuk menanganinya,” ujar Galhotra kepada The Detroit News.
Ford juga mengakui bahwa peran perangkat lunak menjadi faktor utama dalam lonjakan recall. Sekitar 40 penarikan kembali merupakan pembaruan ulang setelah perusahaan menyadari belum memiliki sistem yang cukup kuat untuk memastikan perbaikan sebelumnya terpasang dengan benar. Kondisi ini membuat Ford melakukan pembaruan ulang terhadap recall yang sudah dilakukan sebelumnya.
Sejumlah indikator menunjukkan upaya pembenahan tersebut mulai membuahkan hasil. Ford mengklaim biaya garansi perusahaan mengalami penurunan, yang umumnya mencerminkan berkurangnya tingkat kerusakan kendaraan di tangan konsumen.
“Kami melihat penurunan biaya garansi, yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas awal kendaraan serta efisiensi biaya perbaikan,” jelas Galhotra.
Manajemen Ford juga menyebut kualitas awal kendaraan produksi 2025 sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah perusahaan. Consumer Reports menempatkan Ford ke paruh atas peringkat keandalan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir. Lembaga riset J.D. Power turut mencatat adanya perbaikan, meski secara keseluruhan Ford masih berada di bawah rata-rata industri.
Namun demikian, lonjakan recall tersebut tetap menimbulkan tantangan di tingkat diler. Sejumlah diler mengeluhkan padatnya antrean servis akibat pekerjaan recall, serta kompensasi dari pabrikan yang dinilai tidak setara dengan layanan untuk pelanggan reguler. Dalam beberapa kasus, kendaraan baru bahkan belum dapat dikirim ke konsumen karena harus menjalani perbaikan terlebih dahulu.
Dengan kondisi tersebut, Ford kini berada pada posisi yang tidak mudah. Perusahaan memilih melakukan pembenahan secara terbuka dan masif, meski berdampak pada citra jangka pendek. Namun, Ford menilai langkah transparan tersebut menjadi investasi penting untuk meningkatkan kualitas produk dan kepercayaan konsumen dalam jangka panjang.
Sumber: Carcoops
PERISTIWA | 20 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







