Kasus Campak di AS Catat Rekor Tertinggi selama 35 Tahun, Warga Ragukan Vaksin

Oleh: Kiswondari
Kamis, 23 Juli 2026 | 19:32 WIB
Ilustrasi campak. (Foto/freepik)
Ilustrasi campak. (Foto/freepik)

BeritaNasional.com - Kasus campak di Amerika Serikat (AS) pada tahun ini meningkat sangat signifikan bahkan memecahkan rekor tertinggi dalam 35 tahun sejarah Amerika. Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins (JHU), kasus campak di negara tersebut tercatat meningkat jadi 2.291 dan menjadi yang tertinggi usai lonjakan 1991 silam. Masalah keraguan terhadap vaksin pun turun berkontribusi pada lonjakan kasus. 

Melansir Russia Today (RT) pada Kamis (23/7/2026), campak adalah penyakit pernapasan virus yang sangat menular yang secara resmi diberantas di AS pada tahun 2000 setelah kampanye vaksinasi massal yang sukses. Namun, kasusnya melonjak tahun lalu, dan meningkat lebih dari delapan kali lipat dari tahun 2024.

“Hampir semua kasus campak yang dilaporkan merupakan individu yang tidak divaksinasi atau yang status vaksinasinya tidak diketahui,” kata JHU dalam sebuah pernyataan terbaru pada Rabu (22/7/2026).

“Hasil ini konsisten dengan perkiraan bahwa dua dosis vaksin campak melindungi 97 persen dari mereka yang divaksinasi,” imbuh JHU.

Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), angka infeksi nasional lebih tinggi adalah pada 1991, ketika AS mencatat 9.643 kasus.

JHU menjelaskan, wabah terbesar tahun ini berpusat di South Carolina dan Utah, menyusul wabah besar yang terjadi di beberapa negara bagian di Texas yang menyebar ke negara bagian tetangga New Mexico dan negara bagian lainnya pada tahun 2025.

“Hal itu menunjukkan kepada kita bahwa selama bertahun-tahun terjadi kurangnya vaksinasi di beberapa komunitas,” kata William Moss, seorang profesor epidemiologi di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, kepada Washington Post.

“Ini sangat mengecewakan. Ini mencerminkan bahwa kita belum mampu menghentikan penularan virus campak di negara ini,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan AS Robert F. Kennedy Jr., yang sejak lama skeptis terhadap vaksin, merekomendasikan agar orang-orang menerima vaksin campak-gondok-rubella (MMR) setelah wabah di Texas. Namun, ia menambahkan bahwa "keputusan untuk divaksinasi adalah keputusan pribadi".

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump, mengatakan dalam wawancara ABC News tahun lalu bahwa ia merekomendasikan vaksin MMR namun tidak mewajibkannya. 

Sebagai informasi, keraguan terhadap vaksin meningkat di AS dan secara global, dan para ahli di negara tersebut menghubungkan tren ini dengan informasi yang salah yang tersebar selama pandemi COVID-19 dan memprotes kewajiban vaksinasi.

Sumber: Russia Todaysinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: