Jejak Pasir di Bawah Es Ungkap Masa Lalu Greenland yang Bebas Es

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 07 Januari 2026 | 01:01 WIB
Ilustrasi Greenland. (Foto/Ist)
Ilustrasi Greenland. (Foto/Ist)

BeritaNasional.com -  Sebuah temuan terbaru dari wilayah utara Greenland mengungkap fakta penting tentang masa depan kenaikan permukaan laut global.

Para peneliti menemukan bahwa Prudhoe Dome, sebuah kubah es berukuran kurang lebih setara Luksemburg, pernah mencair sepenuhnya sekitar 7.000 tahun lalu pada periode ketika suhu musim panas jauh lebih hangat dibandingkan saat ini.

Penelitian yang dipublikasikan awal pekan ini dalam jurnal ilmiah Nature itu didasarkan pada pengeboran inti es hingga ke dasar lapisan es.

Di sana, tim peneliti menemukan pasir yang tampak “terpanggang” matahari indikasi kuat bahwa wilayah tersebut pernah bebas es pada masa pasca-zaman es.

Para ilmuwan menyebutkan, saat Prudhoe Dome mencair total, suhu musim panas di kawasan tersebut berada di kisaran 3 hingga 5 derajat Celsius lebih tinggi dari kondisi sekarang.

Yang mengkhawatirkan, rentang suhu serupa diperkirakan dapat terulang kembali sebelum akhir abad ini akibat pemanasan global yang dipicu aktivitas manusia.

Mencairnya lapisan es Greenland menjadi salah satu faktor utama yang berpotensi mendorong kenaikan muka air laut global.

Proyeksi saat ini memperkirakan kontribusinya bisa mencapai puluhan sentimeter, bahkan hingga sekitar satu meter, dalam satu abad ke depan.

Karena itu, para peneliti terus memperbarui perkiraan dengan menelusuri seberapa cepat bagian-bagian berbeda dari lapisan es Greenland dapat hilang.

Temuan dari inti es Prudhoe Dome menambah bukti yang selama ini masih terbatas dari bawah lapisan es Greenland. Data sebelumnya menunjukkan wilayah tersebut pernah bebas es ratusan ribu tahun lalu, dan bahkan seluruh lapisan es Greenland diperkirakan sempat lenyap sekitar 1,1 juta tahun yang lalu.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa pola pencairan saat ini tidak sepenuhnya identik dengan peristiwa masa lalu yang dipengaruhi oleh perubahan orbit alami Bumi.

Namun, mereka menilai hasil studi ini tetap krusial untuk menyempurnakan model iklim modern, khususnya dalam memprediksi respons lapisan es Greenland terhadap pemanasan yang terus meningkat.

Dengan pemahaman yang lebih akurat tentang sejarah pencairan es, para ilmuwan berharap dapat memperkirakan dampak perubahan iklim secara lebih presisi terutama bagi wilayah pesisir dunia yang paling rentan terhadap naiknya permukaan laut.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: