Kemenkes Optimistis 2026 Capai 46 Persen Masyarakat Akses Pelayanan CKG

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Rabu, 07 Januari 2026 | 06:02 WIB
Warga melakukan CKG di fasilitas kesehatan di Jakarta. (BeritaNasional/Elvis)
Warga melakukan CKG di fasilitas kesehatan di Jakarta. (BeritaNasional/Elvis)

BeritaNasional.com -  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) optimistis dalam upaya mencapai 46% cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2026. Hal ini berdasar evaluasi Program CKG 2025 yang diikuti oleh 70,8 juta jiwa atau 24,9% dari populasi.

"Proporsi penerima pemeriksaan kesehatan gratis pada semua kelompok usia sebesar 46 persen dari total penduduk," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman di Jakarta.

Menurutnya capaian CKG pada tahun pertama merupakan capaian terbesar dalam sistem kesehatan Indonesia, karena untuk pertama kalinya pemerintah menyediakan program cek kesehatan yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat.

Pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program CKG 2025 bersama kementerian dan lembaga terkait, akademisi, dan mitra pembangunan. Hasil evaluasi, katanya, menunjukkan beberapa tantangan utama yang menyebabkan target belum tercapai.

Kemenkes sambungnya juga menghadapi sejumlah tantangan utama yakni minimnya pengetahuan masyarakat tentang program itu, komitmen pemerintah daerah yang bervariasi sehingga capaian daerah ada yang kurang dari 80%.

"Penyelenggaraan CKG masih berfokus pada pelayanan di puskesmas dan belum secara masif menjangkau masyarakat yang tidak berkunjung ke puskesmas," ungkapnya.

Kemudian ketersediaan alat, bahan medis habis pakai, dan sumber daya manusia yang belum merata, sehingga tidak semua puskesmas dapat memberikan layanan secara komprehensif.

Selain itu dia juga menyoroti belum optimalnya sistem pencatatan dan pelaporan CKG belum terintegrasi secara optimal, sehingga memperlambat pelaporan capaian.

Oleh karena itu pihaknya akan melakukan sejumlah upaya agar pada 2026 target baru itu tercapai. Upaya-upaya itu yakni penyebarluasan informasi CKG secara masif dan efektif, perluasan pelayanan CKG di luar gedung, seperti puskesmas pembantu (pustu) dan posyandu.

Kemudian perluasan pelaksanaan CKG di fasilitas kesehatan tingkat pertama selain puskesmas, kementerian/lembaga, perkantoran/tempat kerja, serta komunitas, dan peningkatan pelaksanaan tata laksana hasil CKG.

Target lebih rinci sesuai dengan mandat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Strategis (Renstra) sebagai berikut:

  1. Persentase kabupaten dan kota dengan cakupan pemeriksaan kesehatan gratis di atas 80% sebesar 60%.
  2. Persentase bayi baru lahir penerima pemeriksaan kesehatan gratis sebesar 70%.
  3. Persentase balita dan anak prasekolah penerima pemeriksaan kesehatan gratis sebesar 55%.
  4. Persentase anak usia sekolah dan remaja penerima pemeriksaan kesehatan gratis sebesar 35%.
  5. Persentase penduduk usia dewasa penerima pemeriksaan kesehatan gratis sebesar 45%.
  6. Persentase penduduk lanjut usia penerima pemeriksaan kesehatan gratis sebesar 55%. (Antara)

 

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: