Pabrik Factory Zero GM Tambah 50 Robot Perakitan usai PHK 1.000-an Pekerja
BeritaNasional.com - Usai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 1.000 pekerjanya, General Motors (GM) memasang robot kolaboratif untuk perakitan di fasilitas pabrik Factory Zero milik GM. Beberapa minggu sebelumnya, GM juga mulai melonggarkan komitmennya dalam produksi kendaraan listrik (EV).
Melansir laman Carscoops pada Kamis (18/6/2026), langkah ini diambil saat semakin banyak produsen otomotif mengandalkan otomatisasi dan kecerdasan artifisial (AI) untuk menekan biaya tenaga kerja sekaligus mempertahankan produksi di dalam negeri, dan GM adalah salah satunya.
Sementara itu, James Cotton, Presiden United Auto Workers (UAW) Local 22 sebagai perwakilan pekerja di pabrik itu menyampaikan, perusahaan otomotif asal AS yang menaungi Chevrolet, GMC, hingga Buick dan Cadillac itu telah menambahkan sekitar 50 robot kolaboratif atau cobot.
Mneurutnya, mesin-mesin ini bekerja langsung berdampingan dengan manusia dan bertugas memasang berbagai komponen kendaraan di sepanjang jalur produksi. Cotton menilai, kehadiran robot tersebut mengambil pekerjaan dari anggota serikat yang ia wakili.
Cotton pun mengidentifikasi robot baru tersebut sebagai cobot buatan Fanuc dan mengklaim bahwa anggota serikat pekerja merasa "muak" dengan semakin banyaknya robot yang beroperasi di pabrik.
"Selalu menjadi kekhawatiran ketika melihat robot masuk ke sebuah pabrik, terutama setelah mereka mem-PHK lebih dari seribu orang. Mereka mengatakan ini adalah gelombang masa depan, dan jika memang demikian, mereka sedang menghilangkan pekerjaan manusia," ungkap Cotton.
Cotton juga mengatakan bahwa serikat pekerja telah mengajukan keberatan resmi terhadap GM terkait penerapan robot tersebut, sekaligus menyampaikan kekhawatiran mengenai mesin yang bekerja sangat dekat dengan manusia.
Di sisi lain, Juru Bicara GM Kevin Kelly mengatakan, robot-robot tersebut dipasang sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan teknologi yang lebih canggih ke dalam operasionalnya. GM juga menyatakan bahwa robot tersebut membantu meningkatkan keselamatan kerja dan ergonomi, sekaligus menjaga operasional tetap fleksibel dan kompetitif.
GM pun mengonfirmasi bahwa puluhan unit robot baru telah ditambahkan ke pabrik tersebut sebagai bagian dari strategi otomatisasi yang lebih luas.
Masters mengatakan kepada Crain’s Detroit bahwa jumlah jam kerja yang dibutuhkan untuk memproduksi sebuah kendaraan telah berkurang sekitar 50 hingga 70 persen sejak dekade 1980-an. Ia juga menggambarkan otomatisasi sebagai tren yang mengubah industri secara besar-besaran, meskipun dampak penuhnya masih belum sepenuhnya jelas.
Factory Zero milik GM, yang sebelumnya dikenal sebagai fasilitas Detroit-Hamtramck, telah direvitalisasi beberapa tahun lalu untuk secara eksklusif memproduksi kendaraan listrik.
Akibat terbatasnya permintaan kendaraan listrik di AS, jumlah shift kerja di fasilitas tersebut dikurangi dan banyak pekerja diberhentikan. Selain itu, produksi juga beberapa kali dihentikan sementara.
Presiden UAW Shawn Faid menambahkan, isu tentang revolusi teknologi dan industri ini diperkirakan akan menjadi salah satu topik utama menjelang perundingan kontrak UAW tahun 2028.
"Saat ini kita sedang menghadapi salah satu revolusi teknologi paling mendalam dalam hidup kita dengan hadirnya AI, ancaman robot humanoid, dan otomatisasi massal. Ini adalah ancaman besar dan tantangan terhadap cara hidup kita, ekonomi kita, serta sistem politik kita," ujar Fain.
Sumber: Antara
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







