Final Barat NBA 2026: Rekor Wembanyama Bawa Spurs Jinakkan Thunder Lewat 2 Kali Overtime
BeritaNasional.com - Laga pembuka Final Konferensi Barat langsung menyajikan drama yang seru dan menegangkan.
San Antonio Spurs sukses mencuri kemenangan mengejutkan 122-115 atas tuan rumah sekaligus juara bertahan Oklahoma City Thunder melalui dua kali babak perpanjangan waktu (double overtime) pada Senin (18/5/2026) malam waktu setempat.
Kemenangan dramatis di Game 1 ini sekaligus mengirimkan sinyal bahaya nyata bagi Thunder. Mereka punya masalah besar setinggi 224 cm bernama Victor Wembanyama.
Menghadapi atmosfer panas markas Thunder, Spurs yang turun dengan mayoritas pemain muda, bahkan mencatatkan rekor starting lineup termuda dalam sejarah final wilayah dengan rata-rata usia 22 tahun 346 hari, sama sekali tidak gentar.
"Menjelang akhir kuarter keempat, laga ini berubah menjadi perang tekad dan ketangguhan mental dari kedua tim," ujar Pelatih Spurs Mitch Johnson yang dikutip dari laman resmi NBA pada Selasa (19/5/2026).
Poin Penting Kemenangan Spurs di Game 1
1. Kegilaan Statistik Victor Wembanyama
Bermain selama hampir 49 menit (waktu bermain terlama dalam kariernya), Wembanyama tampil bak monster dengan torehan 41 poin, 24 rebound, dan 3 blok.
Catatan ini membuat bintang asal Prancis tersebut menjadi pemain pertama yang mencetak minimal 30 poin dan 20 rebound dalam debut final konferensi sejak legenda Wilt Chamberlain melakukannya pada tahun 1960.
Aksi heroiknya di babak overtime menjadi penentu. Tembakan tiga angka Wembanyama dari jarak 28 kaki saat waktu tersisa 27 detik di OT pertama berhasil menyelamatkan Spurs dari kekalahan. Ia kemudian menutup perlawanan Thunder lewat dunk dua tangan di sisa satu menit OT kedua.
2. Taktik Mengunci Shai Gilgeous-Alexander
Spurs datang dengan cetak biru yang jelas: jangan biarkan kandidat MVP, Shai Gilgeous-Alexander (SGA), bernapas. Di babak pertama, SGA dibuat frustrasi dan hanya mampu meloloskan 1 dari 5 tembakan.
Meski akhirnya bangkit di paruh kedua dan mengemas 24 poin serta 12 assist, efektivitas SGA sudah telanjur diredam oleh skema pertahanan berlapis Spurs.
3. Alex Caruso Tampil Luar Biasa
Di kubu Thunder, Alex Caruso sebenarnya tampil luar biasa dan hampir menjadi pahlawan. Selain diberi tugas berat menjaga Wembanyama, Caruso justru menggila dalam menyerang dengan mencetak 31 poin (tertinggi dalam kariernya), termasuk menceploskan 8 tembakan tiga angka.
Keleluasaan Caruso menembak tak lepas dari strategi Spurs yang sengaja membiarkannya terbuka demi memberikan ruang bagi Wembanyama menjaga area cat (paint area).
4. Sensasi Rookie Dylan Harper
Spurs sempat mendapat kabar buruk sebelum laga dimulai setelah De'Aaron Fox dipastikan absen akibat cedera pergelangan kaki.
Namun, rookie Dylan Harper yang ditunjuk sebagai starter dadakan justru tampil kesetanan.
Harper membukukan 24 poin, 11 rebound, 7 steal, dan 6 assist. Statistik mentereng ini menyamai rekor sang legenda, Magic Johnson (1980), sebagai rookie yang mampu mengemas minimal 20 poin, 10 rebound, 5 assist, dan 5 steal di laga playoff.
5. Lini Depan Thunder Memble
Kekalahan Thunder tidak lepas dari melempemnya duo menara mereka, Chet Holmgren dan Isaiah Hartenstein.
Setelah tampil dominan melawan LA Lakers di semifinal, keduanya total hanya menyumbang 10 poin dan 10 rebound di laga ini. Holmgren bahkan terisolasi dan baru bisa mencetak angka pertamanya di akhir kuarter kedua.
Dengan hasil ini, San Antonio Spurs sementara memimpin seri dengan keunggulan 1-0. Pertandingan Game 2 yang diprediksi bakal makin panas akan kembali digelar di Oklahoma City pada Rabu malam waktu setempat.
OLAHRAGA | 20 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu







