Penjualan JAECOO J5 EV Tembus 16.000 Unit di Indonesia

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 26 Mei 2026 | 15:39 WIB
Penjualan JAECOO J5 EV Tembus 16.000 Unit di Indonesia. (Foto/JAECOO).
Penjualan JAECOO J5 EV Tembus 16.000 Unit di Indonesia. (Foto/JAECOO).

BeritaNasional.com - JAECOO mencatatkan pengiriman 16.000 unit mobil listrik JAECOO J5 EV kepada konsumen di Indonesia. Informasi tersebut disampaikan perusahaan melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.

JAECOO J5 EV pertama kali diluncurkan di pasar Indonesia pada November 2025 dengan harga mulai Rp249,9 juta. Saat ini, berdasarkan informasi resmi perusahaan, varian Standard dipasarkan seharga Rp279,9 juta, sedangkan varian Premium dibanderol Rp309,9 juta.

Perusahaan juga mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga April 2026, penjualan ritel J5 EV mencapai 10.587 unit, sementara penjualan grosir tercatat sebanyak 11.006 unit.

Direktur Unit Bisnis JAECOO Indonesia, Jim Ma, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator tingginya kepercayaan konsumen Indonesia terhadap produk kendaraan listrik JAECOO.

Menurut perusahaan, J5 EV dirancang sebagai SUV listrik untuk mendukung mobilitas harian dengan mengutamakan kenyamanan dan efisiensi. Kendaraan ini diklaim memiliki jarak tempuh hingga 461 kilometer dalam satu kali pengisian daya.

Selain menghadirkan kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV), JAECOO juga menawarkan lini plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) melalui model JAECOO J7 SHS-P dan JAECOO J8 SHS-P ARDIS yang dibekali teknologi Super Hybrid System (SHS).

JAECOO menyebut J7 SHS-P mampu menempuh perjalanan sejauh 1.377 kilometer dari Jakarta menuju Bali. Sementara itu, J8 SHS-P ARDIS berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai PHEV dengan jarak tempuh terjauh, yakni mencapai 1.660 kilometer dalam satu kali pengisian daya dan bahan bakar.

Untuk memperkuat layanan kepada konsumen, JAECOO berkomitmen memperluas jaringan penjualan dan purnajual di Indonesia. Hingga kini perusahaan telah memiliki 35 diler dan menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 80 diler pada akhir 2026.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: