Preview Perempat Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Belgia

Oleh: Tarmizi Hamdi
Jumat, 10 Juli 2026 | 12:00 WIB
Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026. (Foto/FIFA)
Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026. (Foto/FIFA)

BeritaNasional.com - Spanyol menorehkan catatan fantastis sebagai satu-satunya tim yang belum pernah kebobolan sepanjang gelaran Piala Dunia 2026. 

Namun, kesucian gawang La Roja sejauh ini terjadi bukan karena skuad asuhan Luis de la Fuente memiliki lini pertahanan atau penjaga gawang terbaik.

Statistik menunjukkan bahwa gawang mereka tak tersentuh lebih karena lawan-lawan sebelumnya selalu kesulitan untuk menembus sepertiga pertama wilayah Spanyol.

Dengan kata lain, tim lawan justru jauh lebih sibuk menahan badai serangan La Roja ketimbang memikirkan cara untuk menyerang balik.

Dominasi tersebut tecermin nyata dari jumlah peluang. Spanyol total mengemas 93 peluang dengan 32 di antaranya tepat sasaran.

Angka ini jauh melampaui gabungan perlawanan dari lima musuh terdahulu mereka, yakni Tanjung Verde, Arab Saudi, Uruguay, Austria, dan Portugal, yang jika ditotal hanya mampu menciptakan 29 peluang.

Spanyol menerapkan prinsip pertahanan terbaik adalah menyerang. Lewat gaya proaktif, mereka sengaja mengacaukan rencana musuh, mematikan inisiatif serangan, dan memaksa lawan hanya bisa bereaksi pasrah menerima tekanan.

Tim seeksplosif Spanyol umumnya hanya bisa diredam dengan dua skenario. Pertama, strategi bertahan total sembari mengandalkan serangan balik cepat, seperti yang diterapkan secara disiplin oleh Tanjung Verde hingga sukses menahan imbang Spanyol 0-0 berkat ketangguhan kiper mereka. 

Kedua, balik menekan sejak lini tengah dengan syarat memiliki kualitas pemain yang setara, taktik yang sempat dicoba oleh Uruguay dan Portugal. Hasilnya, Portugal yang bermain lebih proaktif bahkan mampu mencatatkan 10 peluang ke gawang Spanyol, jumlah tertinggi di antara lawan La Roja lainnya.

Belgia sebagai Ujian Sempurna

Kini di babak perempat final, Spanyol akan menghadapi Belgia, sebuah tim yang disebut-sebut sebagai paket lengkap.

Skuad berjuluk Setan Merah ini tidak hanya memiliki agresivitas serangan yang setara dengan Spanyol atau Uruguay, tetapi juga memiliki kedisiplinan bertahan dan ketangguhan kiper sekelas Tanjung Verde.

Meski sudah kebobolan lima kali, tim asuhan Rudi Garcia ini tercatat sebagai kontestan paling agresif dalam melancarkan tekanan di daerah pertahanan sendiri (defensive pressure) di antara seluruh tim yang lolos ke perempat final.

Catatan ini patut diwaspadai karena Spanyol kerap kali kelabakan saat menghadapi tim dengan intensitas defensive pressure yang tinggi.

Ditambah lagi, Belgia dibekali kemampuan mumpuni untuk mendikte lapangan tengah dan menusuk ke sepertiga akhir lapangan dalam frekuensi tinggi.

Ketajaman Belgia pun tidak main-main, mereka telah membukukan 13 gol dan menjadi tim yang paling banyak menciptakan peluang di turnamen ini dengan 107 peluang, mengungguli catatan milik Spanyol sendiri.

Walau kalah dalam jumlah peluang total, Spanyol sedikit memimpin dalam efisiensi peluang tepat sasaran (on target) dengan rasio 34 persen berbanding 30 persen milik Belgia, yang membuat nilai harapan gol (expected goals/xG) Spanyol tipis di atas Belgia, yakni 10,56 melawan 10,28.

Duel Sengit Lini Tengah dan Sektor Sayap

Meskipun Belgia memiliki modal kuat untuk memberikan perlawanan sengit, Spanyol diprediksi tetap akan memegang kendali permainan berkat keunggulan manuver antarlini serta kemampuan membuka ruang.

Dalam misi ini, peran trio Rodri, Pedri, dan Lamine Yamal bakal menjadi tumpuan utama La Roja.

Rodri bertindak sebagai motor pengalir bola, sementara Pedri menjadi pemain paling aktif dalam membuka ruang umpan serta melakukan pressing.

Di sisi lain, Lamine Yamal menjadi target umpan utama tim yang tercatat telah menerima bola sebanyak 119 kali.

Di kubu Belgia, beban berat berada di pundak Leandro Trossard dan Youri Tielemans untuk merusak dominasi lini tengah Spanyol. Kemitraan Tielemans di sektor jangkar dalam formasi 4-2-3-1 diharapkan bisa meredam skema 4-1-2-3 milik Spanyol, meskipun Belgia harus kehilangan Amadou Onana yang dipastikan absen akibat cedera.

Jika lini tengah mampu diimbangi, Kevin de Bruyne dipastikan akan lebih leluasa dalam merancang umpan-umpan silang matang bagi Romelu Lukaku atau Charles De Ketelaere di lini depan.

Selain lini tengah, laga ini juga akan menyajikan pertempuran panas di sektor sayap, mengingat mayoritas gol kedua tim lahir dari area ini.

Publik akan disuguhkan duel pembuktian apakah sayap kiri Belgia yang dihuni Maxim De Cuyper dan Jeremy Doku mampu tampil lebih impresif ketimbang sisi kiri Spanyol yang dikawal Marc Cucurella dan Alex Baena.

Begitu pula di sisi kanan, ketangguhan Timothy Castagne dan Leandro Trossard akan diuji oleh tusukan tajam Pedro Porro serta Mikel Oyarzabal yang berstatus sebagai top skor Spanyol.

Secara keseluruhan, Belgia memiliki potensi yang jauh lebih besar untuk menjegal langkah La Roja menuju semifinal dibandingkan lawan-lawan Spanyol sebelumnya.

Kendati sejarah mencatat Spanyol mendominasi dengan memenangkan 12 dari 22 pertemuan terakhir serta selalu menang dalam lima bentrokan pamungkas sejak 2004 silam, laga perempat final kali ini bisa menjadi momentum titik balik yang sempurna bagi generasi Setan Merah.

Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Belgia

Timnas Spanyol (4-3-3): Unai Simon (GK); Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri, Fabian Ruiz; Alex Baena, Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal.

Pelatih: Luis de la Fuente.

Timnas Belgia (4-2-3-1): Thibaut Courtois (GK); Timothy Castagne, Brandon Mechele, Nathan Ngoy, Maxim De Cuyper; Amadou Onana, Youri Tielemans; Jeremy Doku, Nicolas Raskin, Leandro Trossard; Charles De Ketelaere.

Pelatih: Rudi Garcia.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: