Swiss Akhiri Kutukan 20 Tahun, Tiket Perempat Final Piala Dunia Diraih Secara Dramatis
BeritaNasional.com - Timnas Swiss memastikan tempat di perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti usai bermain imbang tanpa gol selama 120 menit di BC Place, Vancouver, British Columbia, Rabu (8/7/2026) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut menjadi momen bersejarah bagi Swiss. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil memenangi adu penalti di ajang Piala Dunia sekaligus mengakhiri catatan buruk yang selama ini membayangi mereka dalam babak tos-tosan.
Penentu kemenangan Swiss datang dari kaki pemain pengganti Rubén Vargas yang sukses mengeksekusi penalti terakhir. Sebelumnya, kiper Gregor Kobel tampil sebagai pahlawan dengan menggagalkan eksekusi Cucho Hernandez. Adu penalti berlangsung dramatis setelah Davinson Sánchez dari Kolombia dan Manuel Akanji dari Swiss sama-sama gagal menjalankan tugasnya.
Pelatih Swiss Murat Yakin mengaku lega karena timnya akhirnya mampu mematahkan "kutukan" adu penalti yang selama ini menghantui negaranya.
"Ini membutuhkan perjuangan yang luar biasa, kecerdasan, dan kesabaran. Lalu di akhir kami harus melalui adu penalti dan akhirnya berhasil mematahkan kutukan itu. Saya sangat bahagia untuk para pemain, staf, dan para pendukung di rumah," ujar Yakin dikutip dari ESPN, Rabu (8/7/2026)
Menurut Yakin, atmosfer pertandingan membuat emosinya sulit dikendalikan, terutama saat penalti penentu berhasil dikonversi menjadi gol.
"Emosinya luar biasa. Perasaan saat penalti penentu itu masuk sangat sulit diungkapkan. Saya juga memberikan pujian besar kepada Gregor Kobel yang tampil fantastis sepanjang turnamen ini," katanya.
Kemenangan atas Kolombia juga memperbaiki rekor buruk Swiss dalam adu penalti. Sebelumnya mereka hanya memenangkan satu dari enam adu penalti terakhir di semua kompetisi, yakni saat menyingkirkan Prancis pada Piala Eropa 2020. Di Piala Dunia, Swiss sebelumnya hanya sekali menjalani adu penalti, yaitu saat kalah dari Ukraina pada babak 16 besar edisi 2006.
Meski gagal mengeksekusi penalti, Manuel Akanji mengaku bertanggung jawab atas kesalahannya. Bek Swiss itu mengungkapkan dirinya mengubah keputusan pada detik terakhir sebelum menendang bola.
"Saya sudah mengatakan kepada Muri bahwa itu mungkin penalti terakhir yang saya ambil. Saya berubah pikiran di saat terakhir, padahal aturan paling dasar adalah jangan pernah mengubah keputusan. Saya sedikit terpeleset dan bola melambung jauh di atas gawang," ujar Akanji.
Meski demikian, pemain bertahan itu memuji respons rekan-rekannya yang mampu bangkit dan tetap menjaga fokus hingga akhirnya memastikan kemenangan.
"Saya sangat bangga dengan cara tim bereaksi. Kami memang tidak bermain terlalu baik, terutama di lini depan, tetapi kami tampil solid sebagai sebuah tim," tambahnya.
Keberhasilan ini membuat Swiss mencapai babak perempat final dalam tiga dari empat turnamen besar terakhir yang mereka ikuti. Satu-satunya kegagalan terjadi pada Piala Dunia 2022 ketika mereka tersingkir di babak 16 besar.
Di perempat final, Swiss akan menghadapi juara bertahan Argentina di Stadion Arrowhead, Kansas City, pada Sabtu mendatang. Laga tersebut diprediksi menjadi ujian berat bagi pasukan Murat Yakin yang akan berhadapan dengan kapten Argentina, Lionel Messi.
Kapten Swiss, Granit Xhaka, menegaskan timnya belum puas meski target awal sudah tercapai.
"Target pertama kami sudah tercapai. Namun ketika sudah berada di perempat final, rasa lapar untuk terus menang justru semakin besar. Sekarang kami akan menghadapi tantangan besar melawan salah satu pemain terbaik sepanjang masa," ujar Xhaka.
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
BUDAYA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu







