Geser Hyundai, Samsung Kini Jadi Pengutang Terbesar di Korea Selatan

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 26 Mei 2026 | 18:30 WIB
Gedung Samsung. (Foto/samsung.com)
Gedung Samsung. (Foto/samsung.com)

BeritaNasional.com - Samsung Group dinobatkan sebagai konglomerat dengan nilai pinjaman terbesar di Korea Selatan (Korsel). Raksasa teknologi ini memimpin daftar 42 kelompok usaha (chaebol) lokal yang kini masuk radar pengawasan ketat perbankan setempat.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pengawas Keuangan (FSS) Korea Selatan yang dirilis pada Selasa (26/5/2026), ke-42 konglomerat tersebut dikategorikan sebagai "kelompok debitur utama". 

Status ini disematkan karena masing-masing grup memiliki total pinjaman kumulatif di atas 2,56 triliun won (sekitar 1,7 miliar dolar AS) dengan outstanding kredit perbankan yang menembus angka 1,50 triliun won (setara 995,7 juta dolar AS) per akhir 2025.

Jumlah korporasi yang masuk dalam daftar pengawasan tahun ini menjadi yang terbanyak sejak 2014, yang kala itu juga mencatatkan angka yang sama. 

Akibat tingginya rasio utang tersebut, Samsung dan 41 konglomerat lainnya diwajibkan menjalani audit dan evaluasi kesehatan finansial tahunan oleh bank kreditor utama mereka.

Lompatan Utang Samsung dan Peta Debitur Kakap

Lompatan utang ini membawa Samsung Group meroket ke posisi puncak dalam delapan tahun terakhir. Pada periode sebelumnya, Samsung masih bertengger di peringkat ketiga.

Posisi Samsung kini resmi menggeser raksasa otomotif Hyundai Motor Group yang harus turun ke peringkat kedua. Menyusul di belakang keduanya adalah SK Group, Lotte, dan LG yang melengkapi daftar lima besar debitur paling kakap di Negeri Ginseng.

Secara keseluruhan, komposisi daftar pengawasan ini juga mengalami dinamika. Dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya berisi 41 grup usaha, otoritas keuangan memasukkan empat korporasi baru dan mencoret tiga grup dari daftar pantauan.

Hingga akhir 2025, total kredit perbankan yang telah dikucurkan kepada 42 kelompok debitur utama ini mencapai 386,9 triliun won (sekitar 256,8 miliar dolar AS). 

Sementara itu, jika diakumulasikan secara menyeluruh, total pinjaman yang mereka kantongi telah menyentuh angka fantastis, yakni 743,9 triliun won atau setara dengan 493,8 miliar dolar AS.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: