Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman Hadapi El Nino, Cadangan Beras Tembus 5,2 Juta Ton

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 13 Juli 2026 | 02:02 WIB
Aktivitas pasar bahan pangan di pasar agug Depok. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Aktivitas pasar bahan pangan di pasar agug Depok. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah telah memperkuat stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi dampak fenomena El Nino. Cadangan tersebut tidak hanya berupa beras, tetapi juga mencakup sejumlah komoditas pangan strategis lainnya.

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, beras menjadi komoditas utama yang diprioritaskan untuk mencapai swasembada karena merupakan pangan dengan tingkat konsumsi terbesar masyarakat Indonesia.

"Swasembada itu artinya manakala suatu negara impor maksimal 10 persen dari kebutuhan. Negara kita ini tidak impor beras medium berarti telah swasembada sempurna," kata Kepala Bapanas Amran dikutip di Jakarta pada Kamis (9/7/2026).

"Kenapa beras? Karena lebih dari 50 persen itu persentase beras kalau setiap kita makan. Tambah telur, juga sudah swasembada. Tambah daging ayam, sudah swasembada. Jagung pakan, bawang merah, dan cabai juga. Minyak goreng kita suplai dunia. Presiden kita hebat. Capaian hari ini, pangan kita aman," tambah Amran.

Menurut Bapanas, besarnya konsumsi beras masyarakat tercermin dalam skor Pola Pangan Harapan (PPH) Indonesia 2025. Data tersebut menunjukkan konsumsi kelompok padi-padian mencapai lebih dari 50 persen dari total konsumsi pangan masyarakat.

Selain padi-padian, konsumsi pangan hewani mencapai 12,7 persen, minyak dan lemak 12,4 persen, sayur dan buah 6,8 persen, serta gula 4 persen. Sisanya berasal dari kacang-kacangan, umbi-umbian, buah atau biji berminyak, dan kelompok pangan lainnya.

Amran menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi jauh sebelum musim kemarau berlangsung.

"Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu pengalaman kita (El Nino) tahun 2023, alhamdulillah kita lolos. Kalau bulan Agustus sampai September, memang musim kering. Juni itu awal musim kering. (Lalu) Juli dan Agustus. Insya Allah pangan kita aman, terutama beras," pungkas Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.

Bapanas mencatat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai 5,2 juta ton per 8 Juli 2026. Sementara itu, Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) tingkat provinsi mencapai 7,34 ribu ton hingga akhir Juni, sedangkan CPPD kabupaten/kota tercatat sebanyak 13,15 ribu ton yang tersebar di 323 daerah.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan pemerintah juga memperkuat stok berbagai komoditas pangan lain sebagai bagian dari strategi mitigasi menghadapi El Nino.

"Kita harus tetap waspada menghadapi El Nino dengan cadangan pangan yang kokoh, produksi yang terus meningkat, distribusi yang semakin kuat serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan kita," ujar Sestama Bapanas Sarwo.

"Salah satu bukti nyata kesiapsiagaan tersebut adalah Indonesia mempunyai Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang ada di Bulog saat ini mencapai 5,2 juta ton. Ada pula stok CPP dengan komoditas selain beras," tambah Sarwo.

Selain beras, pemerintah memiliki stok Cadangan Pangan Pemerintah berupa jagung pakan sebanyak 188 ribu ton, minyak goreng sekitar 1,1 ribu kiloliter, gula konsumsi sekitar 2,79 ribu ton, serta daging ayam sebanyak 38 ton.

Untuk komoditas yang mudah rusak seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras, Bapanas optimistis kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri yang diproyeksikan masih mengalami surplus dibandingkan kebutuhan konsumsi sepanjang tahun.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: