Kunjungan Wisatawan Asing Naik 8,24 Persen pada Awal 2026, Habiskan Rp68,28 Triliun di Indonesia
BeritaNasional.com - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI melaporkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 4,68 juta pada periode Januari-April 2026.
Angka itu meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya mencapai 4,33 juta kunjungan.
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengatakan peningkatan jumlah wisatawan asing menunjukkan sektor pariwisata nasional tetap tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Berdasarkan data Kementerian Pariwisata per 14 Juni 2026, dari sisi wisatawan mancanegara, pada periode Januari-April 2026 Indonesia menerima 4,68 juta kunjungan," kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Menurut Qodari, pertumbuhan kunjungan wisatawan asing ditopang strategi pemasaran yang menyasar pasar jarak dekat dan menengah.
Selain jumlah kunjungan, pemerintah mencatat peningkatan pengeluaran wisatawan asing selama berada di Indonesia.
Pada triwulan I 2026, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara mencapai 1.345 dolar AS atau sekitar Rp22,68 juta per kunjungan.
“Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan pada triwulan satu 2026 mencapai USD1.345 US atau setara Rp22,68 juta rupiah, meningkat 5,3 persen dibandingkan triwulan satu 2025 yang tercatat sebesar 1.277 US dolar atau setara 20,89 juta rupiah,” ujar Qodari.
Lebih lanjut, berdasarkan data Kementerian Pariwisata per 22 Mei 2026, devisa pariwisata pada triwulan I 2026 mencapai USD4,05 miliar atau sekitar Rp68,28 triliun.
Nilai itu tumbuh 6,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 3,81 miliar dolar AS atau sekitar Rp62,29 triliun.
“Peningkatan jumlah kunjungan yang diiringi peningkatan pengeluaran ini mendorong pertumbuhan devisa pariwisata,” tandas Qodari.
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu





