Gentengisasi Dorong UMKM Lokal, Pemerintah Serap Produk Senilai Rp3 Miliar
BeritaNasional.com - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengungkapkan, pembelian genteng dari UMKM untuk program Gentengisasi telah mencapai Rp3 miliar.
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengatakan, program Gentengisasi tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki rumah warga, tetapi juga membantu meningkatkan penjualan produk UMKM.
“Total komitmen pembelian genteng dari berbagai program ini mencapai Rp3 miliar yang seluruhnya diarahkan untuk menyerap produk UMKM pengrajin genteng lokal,” kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Rabu (17/6/2026).
Qodari merinci, pembelian genteng tersebut berasal dari sejumlah program perbaikan rumah yang dijalankan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Adapun Pemprov Jawa Barat mengalokasikan anggaran pembelian genteng sekitar Rp500 juta untuk memperbaiki 250 rumah.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Majalengka menyiapkan kebutuhan genteng senilai sekitar Rp1,5 miliar untuk perbaikan 1.715 rumah tidak layak huni.
Selain itu, pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) menyiapkan pembelian genteng sekitar Rp1 miliar untuk perbaikan 900 rumah di Kabupaten Majalengka.
“Program gentengisasi merupakan inisiatif Presiden Prabowo agar pembangunan rumah layak tidak hanya berfokus pada fisik hunian, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan pelaku UMKM,” ujar Qodari.
Selain pemerintah, program itu juga mendapat dukungan dari sektor swasta. Dua pengembang rumah subsidi disebut telah memesan masing-masing empat truk genteng dari pengrajin Jatiwangi untuk proyek perumahan mereka.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait juga disebut memesan tambahan 10 truk genteng untuk kebutuhan pembangunan rumah prajurit TNI.
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu





