241 Ribu Kasus TB Ditemukan di Indonesia hingga Awal Mei 2026

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 06 Mei 2026 | 12:15 WIB
Ilustrasi penyakit Tuberkulosis. (BeritaNasional/Pixabay)
Ilustrasi penyakit Tuberkulosis. (BeritaNasional/Pixabay)

BeritaNasional.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom) Muhammad Qodari mengungkapkan, terdapat 241.000 kasus Tuberkulosis (TB) di Indonesia hingga 3 Mei 2026.

Dari jumlah temuan kasus tersebut, sebanyak 84 persen telah dilakukan pengobatan, dan tingkat keberhasilan pengobatannya mencapai 80 persen.

“Pada tanggal 3 Mei 2026 ini, capaian program TBC Nasional adalah sebagai berikut: penemuan kasus lebih dari 241.000 kasus, inisiasi pengobatan 84 persen dari target 95 persen, dan keberhasilan pengobatan 80 persen dari target 90 persen,” kata Qodari di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Meski demikian, Qodari mengakui bahwa pemerintah masih perlu mempercepat penanganan TBC ini. Namun, ia memastikan pemerintah terus bekerja mengatasi hal tersebut.

“Baik penguatan skrining, peningkatan kapasitas deteksi, hingga pemberdayaan komunitas dalam pencegahan dan pengobatan,” ujar Qodari.

Qodari merinci, percepatan skrining akan dilakukan dengan mengintegrasikannya dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“(Kemudian) penguatan kapasitas deteksi di puskesmas. Puskesmas akan diperkuat dengan alat NPOCT (Near Point of Care Testing), serta penelusuran X-ray yang akan dimulai pada semester dua tahun ini,” jelas Qodari.

Selanjutnya, dilakukan pemberdayaan komunitas melalui Desa Siaga TBC. Mengingat, sebanyak 6.484 desa/kelurahan di 117 kabupaten/kota pada 23 provinsi telah berkomitmen mencegah dan menanggulangi TBC secara mandiri.

“Kegiatannya meliputi skrining, tracing, pendampingan pengobatan oleh kader, pemberian terapi pencegahan TBC, serta dukungan makanan bergizi,” ucap Qodari.

“Pemerintah menargetkan pembentukan Desa Siaga TBC di 30 persen dari seluruh desa di Indonesia. Dari total sekitar 70 ribu desa, saat ini ada sekitar 6.000 desa, berarti baru sekitar 9 persen, sementara target adalah 30 persen,” tambah dia.

Kemudian, akan dilakukan perbaikan rumah pasien TBC. Tahun ini, pemerintah menargetkan perbaikan 8.000 rumah pasien TBC di wilayah prioritas dengan beban kasus tinggi.

“Dan ini meningkat dari 300 rumah per tahun pada 2020–2023. Sebanyak 5.453 rumah telah diusulkan melalui aplikasi Sibaru. Rumah layak huni adalah garis pertahanan pertama melawan penularan TB,” kata Qodari.

Terakhir, Qodari memastikan akan dilakukan koordinasi nasional lintas sektor.

“Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, Menko PMK, dan KSP telah menggelar rapat koordinasi penanggulangan TBC bersama seluruh gubernur, bupati, dan wali kota di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota,” tandasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: