Tanggapi Kasus Dokter Icha, Puan: Jangan Sampai Perundungan Terulang

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 30 Juni 2026 | 13:03 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani saat berpidato di pembukaan konferensi PUIC ke-19 di Kompleks Parlemen, Senayan. (Foto/YouTube/DPR)
Ketua DPR RI Puan Maharani saat berpidato di pembukaan konferensi PUIC ke-19 di Kompleks Parlemen, Senayan. (Foto/YouTube/DPR)

BeritaNasional.com - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta jangan sampai peristiwa perundungan terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha terulang kembali. Puan menanggapi kasus meninggalnya Dokter Icha yang diduga mengalami intimidasi oleh tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Puan mendorong agar kasus ini bisa diproses hukum dan diselesaikan dengan tuntas 

"Kemudian bahwa ada terjadi perundungan ya itu kan, ya jangan sampai terulang lagi, kita harus, itu harus diselidiki kemudian kasus hukumnya harus dituntaskan sampai sejelas-jelasnya," ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Sementara itu, tiga anggota DPRD yang diduga terlibat adalah Veronika Lake dari PDIP, Norbertus Bani dari PKB, dan Thrensius Lazakar dari Partai Golkar.

Puan menyerahkan kepada partai masing-masing untuk diproses secara internal. Namun, Ketua DPP PDIP ini menilai, penyelidikan dugaan intimidasi harus diproses hingga tuntas.

"Ya pastinya nanti semua partai yang memang anggotanya terlibat mempunyai mekanisme dalam hal tersebut. Namun yang pasti, sanksi hukum atau kemudian penyelidikan harus dilakukan sampai tuntas," ucapnya.

Peristiwa itu bermula saat dua anggota DPRD TTU, yakni Norbertus Tubani dari Fraksi PKB dan Therensius Lazakar dari Partai Golkar, mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona terkait penanganan pasien anak yang menjadi korban gigitan ular hijau. Pasien tersebut diketahui merupakan keponakan Therensius dan sebelumnya dirujuk dari RSUD Kefamenanu.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, kedua anggota DPRD tersebut diduga datang dengan kondisi tercium bau alkohol serta berbicara dengan nada tinggi kepada dr. Icha yang saat itu tengah menjalankan tugas pelayanan medis.

Kejadian tersebut diduga menimbulkan trauma mendalam bagi dr. Icha. Setelah peristiwa itu, ia sempat menjalani perawatan intensif hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat petang, 26 Juni 2026.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: