Cape Verde Paksa Argentina Main 120 Menit, Pelatih Bubista: Penampilan Ini Tercatat dalam Sejarah Negara

Oleh: Tarmizi Hamdi
Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB
Penggawa Timnas Cape Verde saat menghadapi Argentina di Piala Dunia 2026. (Foto/FIFA)
Penggawa Timnas Cape Verde saat menghadapi Argentina di Piala Dunia 2026. (Foto/FIFA)

BeritaNasional.com - Tim nasional (timnas) debutan Cape Verde di Piala Dunia 2026 memang harus berakhir di babak 32 besar. 

Namun, performa heroik mereka saat memaksa juara bertahan Argentina bertarung hingga babak perpanjangan waktu memicu respek dari pencinta sepak bola dunia. 

Cape Verde akhirnya menyudahi laga dengan kekalahan dramatis 2-3 pada Sabtu (4/7/2026) WIB.

Dalam laga yang menguras emosi dan tenaga tersebut, timnas asal Afrika ini menunjukkan mental baja dengan dua kali mengejar ketertinggalan, sekali di waktu normal dan sekali lagi di babak tambahan. 

Sayangnya, mimpi besar mereka harus buyar akibat gol bunuh diri pada menit ke-111 yang sekaligus menghentikan langkah bersejarah mereka.

Meski diliputi kekecewaan mendalam di ruang ganti, Pelatih Timnas Cape Verde Bubista mengaku sangat bangga atas perjuangan luar biasa yang ditunjukkan oleh anak-anak asuhnya.

"Pertama-tama, saya merasa sangat bangga pada para pemain saya dan apa yang telah mereka lakukan," ujar Bubista dalam konferensi pers pascapertandingan yang dikutip dari laman resmi FIFA pada Sabtu.

Bubista menegaskan anak asuhnya telah menunjukkan permainan yang berani. Ia juga mengapresiasi mentalitas timnya yang mampu mencetak dua gol dan memaksa sang juara bertahan bertarung hingga babak perpanjangan waktu. 

Menurut dia, keberhasilan menyamakan kedudukan sebanyak dua kali menjadi bukti nyata dari karakter kuat dan semangat juang yang dimiliki skuad Cape Verde. 

"Mereka bermain dengan bermartabat dan berani. Kami tidak pernah berhenti setia pada identitas kami. Saya rasa tidak banyak tim yang mampu mencetak dua gol melawan Argentina dan memaksa mereka bermain hingga perpanjangan waktu. Mampu menyamakan kedudukan dua kali menunjukkan karakter dan semangat kami," paparnya.

Bubista juga tidak lupa memberikan ucapan selamat kepada Argentina. Menurutnya, tim asuhan Lionel Scaloni tersebut telah membuktikan kepantasan mereka sebagai sang juara dunia bertahan yang didukung oleh tradisi sepak bola yang luar biasa besar.

Dengan populasi yang hanya berkisar sedikit di atas 500.000 jiwa, Cape Verde resmi mengukir sejarah sebagai negara terkecil yang mampu menembus babak gugur Piala Dunia.

Sebelum membuat Argentina frustrasi, tim kejutan ini melaju ke babak 32 besar dengan catatan tak terkalahkan di fase grup. Mereka secara mengejutkan mampu menahan imbang juara Eropa, Spanyol, tanpa gol di laga pembuka sebelum kemudian bermain seri melawan kekuatan sepak bola lainnya, Uruguay dan Arab Saudi.

"Penampilan ini akan tercatat dalam sejarah negara kita. Bagi negara seperti kami, lolos ke Piala Dunia saja sudah sangat sulit. Namun, kami telah menunjukkan bahwa dengan organisasi, karakter, dan fokus yang kuat, hal-hal besar dapat dicapai," kata Bubista.

Walau mampu merepotkan tim-tim raksasa, Bubista tetap membumi. Ia menepis anggapan bahwa Cape Verde sudah bisa disejajarkan dengan tim-tim terbaik di dunia. Baginya, turnamen ini adalah batu loncatan pertama bagi perkembangan sepak bola di negaranya.

"Kami masih memiliki jalan panjang di depan sebelum bisa secara konsisten bersaing dengan mereka. Namun, kami membuktikan mampu menantang tim terbaik dunia secara setara selama 120 menit," tambahnya.

Bubista menceritakan bagaimana suasana haru menyelimuti ruang ganti timnya seusai laga. Para pemain saling berpelukan dan meneteskan air mata karena menyadari mereka sudah sangat dekat dengan keajaiban.

"Suasana di ruang ganti dipenuhi kesedihan karena kami sudah sangat dekat dengan kemenangan. Namun, air mata itu adalah bagian dari proses tumbuh kembang. Ini menunjukkan bahwa tim ini memiliki jiwa, dan semua orang harus berterima kasih atas apa yang telah mereka lakukan untuk jati diri negara kami," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: