Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 Minggu 28 Juni: Ada Laga Seru Inggris, Portugal, dan Argentina

Oleh: Tarmizi Hamdi
Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:24 WIB
Pertandingan Argentina vs Aljazair di Piala Dunia 2026. (Foto/FIFA)
Pertandingan Argentina vs Aljazair di Piala Dunia 2026. (Foto/FIFA)

BeritaNasional.com - Perburuan tiket menuju babak gugur Piala Dunia 2026 kian memanas. Pada Minggu (28/6/2026) besok, pencinta sepak bola di tanah air bakal dimanjakan dengan sederet laga sengit dari penyisihan Grup J, K, dan L yang disiarkan secara langsung melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport mulai dini hari hingga pagi WIB.

Sederet tim raksasa siap unjuk gigi untuk mengamankan poin penuh. Di antaranya ada sang juara bertahan Argentina yang ditantang Yordania hingga duel papan atas antara Kolombia kontra Portugal yang diprediksi berjalan tensi tinggi. 

Tak kalah seru, Inggris juga akan meladeni perlawanan sengit Panama guna memuluskan langkah mereka ke fase berikutnya.

Panama vs Inggris

Timnas Inggris bersiap melakoni laga pemungkas di penyisihan Grup L Piala Dunia 2026. The Three Lions dijadwalkan menantang Panama di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, pada Minggu (28/6) pukul 04.00 WIB.

Meski armada Thomas Tuchel sudah mengantongi tiket lolos ke babak 32 besar, laga ini tetap krusial. Inggris membidik poin penuh demi bisa menyegel status sebagai juara Grup L.

Skenario tersebut hanya bisa terwujud jika Harry Kane dan kolega menang, sembari berharap hasil dari partai lain antara Kroasia melawan Ghana berpihak pada mereka.

Peta Persaingan Sengit di Grup L

Persaingan di grup ini sebenarnya sudah mulai mengerucut. Inggris dan Ghana yang sama-sama mengemas empat poin di posisi satu dan dua sudah digaransi melaju ke fase gugur.

Sementara itu, Kroasia yang nangkring di peringkat ketiga dengan tiga poin masih berjuang mati-matian mengamankan slot lewat jalur peringkat ketiga terbaik.

Di sisi lain, Panama terdampar di dasar klasemen tanpa poin dan sudah dipastikan tersingkir lebih awal.

Langkah Inggris di turnamen ini diawali dengan performa impresif saat menggilas Kroasia 4-1. Sayangnya, tren positif itu sedikit tersendat setelah mereka ditahan imbang tanpa gol oleh Ghana di laga kedua.

Sebaliknya, Panama yang baru merasakan atmosfer Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah, belum mampu berbuat banyak.

Dalam dua pertandingan pembuka, tim asuhan Thomas Christiansen ini selalu kalah tipis dengan skor kembar 0-1 dari Ghana dan Kroasia.

Jika sukses keluar sebagai juara grup, Inggris nantinya akan berhadapan dengan salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari Grup E, H, I, J, atau K.

Namun, jika harus puas menjadi runner-up, mereka sudah ditunggu oleh peringkat kedua dari Grup K, yang saat ini tengah ditempati oleh Portugal.

Memori Manis Piala Dunia 2018

Bicara rekor pertemuan, kedua tim tercatat baru sekali bentrok di panggung Piala Dunia, tepatnya pada fase grup edisi Rusia 2018 silam.

Kala itu, Inggris yang tampil perkasa sukses mencukur habis Panama dengan skor mencolok 6-1.

Laga delapan tahun lalu itu menjadi panggung bagi Harry Kane yang sukses membukukan hattrick lewat dua eksekusi penalti dan satu gol pantulan.

Di akhir turnamen 2018, Kane bahkan keluar sebagai top skor lewat raihan enam gol. Tiga gol Inggris lainnya kala itu disumbang oleh brace sundulan John Stones serta sepakan melengkung Jesse Lingard.

Sementara itu, gol semata wayang hiburan Panama dilesakkan oleh Felipe Baloy, yang sekaligus menjadi gol bersejarah pertama mereka di ajang Piala Dunia.

Panama Berubah, Inggris Diterpa Badai Cedera Ringan

Pelatih Panama, Thomas Christiansen, menegaskan bahwa laga esok hari menjadi pembuktian bahwa timnya yang sekarang jauh lebih kuat dan berbeda ketimbang skuad tahun 2018. Ia bertekad membawa tim berjuluk Los Canaleros tersebut menutup turnamen dengan kepala tegak.

"Pertama-tama, saya ingin memberikan rasa hormat kepada Harry Kane. Saya pikir kami telah banyak berubah sejak terakhir kali Inggris menghadapi Panama delapan tahun lalu. Sekarang kami harus membuktikannya di lapangan besok," ujar pelatih asal Denmark tersebut.

Di kubu seberang, Thomas Tuchel memastikan skuadnya tetap memburu kemenangan kendati kondisi tim tidak berada dalam kekuatan penuh.

Reece James dipastikan absen akibat cedera. Sementara tiga pilar penting, yakni Elliot Anderson, Declan Rice, dan Bukayo Saka, sempat diragukan kebugarannya akibat benturan ringan di laga sebelumnya. Namun, Tuchel memberikan kabar baik menjelang laga.

"Hari ini mereka berlatih penuh bersama tim. Setelah pertandingan melawan Ghana mereka memang mengalami sedikit masalah, tetapi mereka memiliki cukup waktu untuk pulih. Selain Reece James, semua pemain tersedia dan siap bermain," ungkap Tuchel.

Prediksi Susunan Pemain

Panama: Mosquera (GK); Blackman, Cordoba, Ramos, Harvey, Andrade, Murillo; Martinez, Rodriguez, Barcenas; Fajardo

Pelatih: Thomas Christiansen

Inggris: Pickford (GK); Quansah, Konsa, Guehi, O'Reilly; Mainoo, Anderson, Bellingham; Saka, Kane, Rashford.

Pelatih: Thomas Tuchel

Kroasia vs Ghana

Laga penentu di Grup L Piala Dunia 2026 akan menyajikan bentrokan menarik antara Kroasia dan Ghana di Philadelphia Stadium, Amerika Serikat. 

Di atas kertas, hasil imbang sebenarnya sudah cukup untuk meloloskan kedua tim ke babak 32 besar, entah sebagai runner-up atau lewat jalur peringkat ketiga terbaik.

Namun, bermain aman bukanlah pilihan bijak. Jika lolos hanya sebagai pendamping Inggris yang diprediksi kuat bakal menggilas Panama di laga lain Ghana maupun Kroasia harus siap menghadapi konsekuensi berat. 

Mereka kemungkinan besar akan langsung berhadapan dengan raksasa Grup K, seperti Portugal atau Kolombia, di fase gugur. Oleh karena itu, duel ini diprediksi akan berjalan sengit demi mengamankan posisi terbaik.

Negative Football vs Agresivitas Tinggi

Ghana tampaknya akan tetap setia dengan pendekatan pragmatis mereka. Bermodal empat poin yang membuat satu kaki mereka sudah di babak gugur, tim asuhan Carlos Queiroz ini diprediksi kembali menerapkan strategi bertahan total alias negative football, seperti yang mereka peragakan saat meredam Inggris.

Gaya bermain Black Stars ini terbukti efektif. Ghana menjadi salah satu dari empat tim di Piala Dunia 2026 yang gawangnya masih suci alias belum pernah kebobolan, bersanding dengan Meksiko, Spanyol, dan Argentina. Bedanya, performa impresif ini didapat Ghana murni lewat taktik menumpuk pemain di lini belakang demi membatasi ruang gerak lawan dan mengandalkan serangan balik kilat.

Di kubu seberang, Kroasia asuhan Zlatko Dalic dipastikan akan tampil menyerang sejak menit awal. Bagi skuad The Vatreni, bermain pasif bisa menjadi bumerang fatal.

Jika sampai kebobolan lebih dulu, akan sangat sulit bagi Kroasia untuk mengejar ketertinggalan dari lini pertahanan Ghana yang terkenal sangat terstruktur.

Secara statistik dari dua laga awal, Kroasia memang jauh lebih dominan ketimbang Ghana:

Penguasaan Bola: Kroasia mencatat rata-rata 52 persen, sementara Ghana hanya 29,5 persen.

Agresivitas Serangan: Kroasia melepaskan 16 peluang (7 on target), sedangkan Ghana hanya membuat 9 peluang (2 on target).

Penetrasi: Kroasia tercatat 87 kali sukses menembus sepertiga area pertahanan lawan, berbanding 65 kali milik Ghana.

Adu Jenius Dalic dan Queiroz di Lini Tengah

Pelatih Ghana, Carlos Queiroz, sadar betul bahwa dominasi penguasaan bola bukan jaminan kemenangan. Mantan asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United ini lebih mementingkan hasil akhir.

Menghadapi kreativitas Kroasia, Queiroz kemungkinan besar akan memasang formasi kokoh dengan lima bek dan empat gelandang.

Gelandang bertahan muda, Caleb Yirenkyi yang menjadi pahlawan kemenangan saat melawan Panama akan diplot sejajar di depan benteng pertahanan yang dipimpin Jerome Opoku.

Saat ada celah, Ghana akan mengandalkan kecepatan sayap mereka melalui Antoine Semenyo di kanan, serta Brandon Thomas-Asante atau Kamaldeen Sulemana di kiri untuk memanjakan Inaki Williams atau Jordan Ayew di lini depan.

Sementara itu, Zlatko Dalic diprediksi kembali menurunkan formula 4-2-3-1 yang sukses membawa Kroasia mendikte permainan saat membungkam Panama 1-0. 

Dalam skema ini, duet Luka Modric dan Mateo Kovacic akan bertindak sebagai jangkar kembar di lapangan tengah.

Luka Modric dipastikan kembali menjadi motor serangan utama. Saat melawan Panama, gelandang veteran ini tampil jenius dengan melepaskan 79 umpan (15 persen dari total umpan tim), memaksa lawan melakukan 13 kali salah umpan, serta mencatatkan 22 umpan antarlini yang akurat.

Pada akhirnya, duel sengit ini akan menjadi ujian kesabaran bagi kedua tim. Jika Kroasia mampu menjaga kesabaran mereka untuk terus membongkar pertahanan rapat lawan, kemenangan berada di depan mata.

Sebaliknya, jika Ghana mampu tampil disiplin menahan gempuran dan jeli memanfaatkan momentum serangan balik, tiket babak berikutnya akan menjadi milik mereka dengan hasil yang memuaskan.

Kolombia vs Portugal

Partai super big match akan tersaji di laga pemungkas Grup K Piala Dunia 2026. Dua tim raksasa, Portugal dan Kolombia, bakal saling jegal di Miami Stadium, Florida, Amerika Serikat, pada Minggu (28/6) pukul 06.30 WIB.

Meski hasil laga ini tidak lagi memengaruhi tiket babak 32 besar karena kedua tim sudah dipastikan lolos, duel ini tetap sarat gengsi. 

Kolombia saat ini memimpin takhta klasemen dengan menyapu bersih enam poin, sementara Portugal menguping di peringkat kedua dengan koleksi empat poin.

Bagi Kolombia, mengemas poin sempurna membuat pelatih Nestor Lorenzo punya kemewahan untuk mengistirahatkan skuad intinya. 

Sebaliknya, Portugal asuhan Roberto Martinez diprediksi bakal tampil lebih ngotot demi memburu prestise sebagai tim top dunia sekalian menguji kualitas riil timnya sebelum memasuki fase sistem gugur.

Siapa pun yang nantinya keluar sebagai juara grup sudah ditunggu oleh peringkat ketiga dari Grup E, I, atau L (kemungkinan Ghana atau Kroasia). 

Sementara itu, tim yang finis di posisi runner-up dipastikan bakal menantang peringkat kedua dari Grup L yang juga berpotensi dihuni oleh Ghana atau Kroasia.

Adu Hebat Statistik dan Kembalinya Ruben Dias

Kolombia jelas bukan lawan sembarangan dan menjadi tolok ukur yang sangat ideal bagi Selecao das Quinas.

Los Cafeteros tampil mengerikan di dua laga awal dengan catatan agregat gol 4-1 serta memperagakan sepak bola menyerang yang atraktif.

Gaya agresif Kolombia tergambar jelas dari statistik mereka yang sukses melepaskan 35 peluang gol dengan 13 di antaranya tepat sasaran.

Catatan on target ini bahkan mengungguli Portugal yang baru mengoleksi 24 peluang (10 on target), padahal Cristiano Ronaldo cs mendominasi penguasaan bola hingga 70,5 persen berbanding 66,5 persen milik Kolombia.

Meski begitu, Portugal masih memegang kendali dalam urusan agresi ke sepertiga akhir daerah lawan dengan catatan 149 kali serangan. 

Laga ini akan menjadi panggung yang dinanti Portugal untuk menguji lini tengah serta daya tangkal sistem pertahanan mereka yang kini sudah bisa kembali diperkuat oleh bek tangguh, Ruben Dias.

Ujian dari tim yang setara ini tentu akan menjadi bekal berharga bagi Portugal, asalkan Kolombia tidak mengikuti jejak Jerman, Norwegia, dan Amerika Serikat yang melakukan rotasi massal karena sudah aman berbekal enam poin.

Jika Kolombia memilih tetap menurunkan skuad utama seperti Prancis dan Meksiko, maka laga ini akan menjadi arena tarung yang sesungguhnya.

Panggung Ronaldo Kembalikan Ketajaman

Bagi Cristiano Ronaldo, laga ini menjadi momentum emas untuk menyudahi masa seret golnya. 

CR7 tercatat belum pernah lagi mencetak gol dalam dua pertandingan Piala Dunia berturut-turut sejak terakhir kali melakukannya di Rusia pada edisi 2018 silam.

Peluang Ronaldo untuk pecah telur terbilang sangat terbuka lebar. Berdasarkan data, mega bintang berusia 41 tahun ini mengantongi angka probabilitas gol atau expected goals (xG) yang cukup tinggi, yakni mencapai 2,1, hanya kalah dari Erling Haaland (2,7) dan penyerang Kanada, Jonathan David (2,4).

Ketajaman Ronaldo juga akan dimanjakan oleh barisan lini depan Portugal yang kian kompak, termasuk makin cairnya kemitraan bersama Bruno Fernandes yang sempat diisukan tidak akur. 

Kehadiran Fernandes, Joao Neves, dan Vitinha di sektor gelandang menjadi bagian krusial dari skema Roberto Martinez untuk mendikte irama permainan sekaligus membentengi lini belakang dari serbuan musuh.

Adu Taktik Unik Dua Pelatih

Menariknya, baik Roberto Martinez maupun Nestor Lorenzo sama-sama menganut filosofi sepak bola menyerang yang cair berbasis pada penguasaan bola, serta gemar memasang striker tunggal di ujung tombak.

Perbedaannya terletak pada fleksibilitas formasi di lapangan tengah:

Roberto Martinez (Portugal): Setia dengan pola 4-2-3-1 yang mengandalkan formula lima gelandang, di mana dua di antaranya bertindak sebagai jangkar ganda (Vitinha dan Joao Neves).

Nestor Lorenzo (Kolombia): Lebih luwes dalam meramu taktik. Sempat memakai 4-2-3-1 saat meladeni Kongo, Lorenzo meracik formasi 4-3-2-1 dengan menempatkan tiga gelandang sejajar guna menyokong Luis Suarez kala bersua Uzbekistan.

Di kubu Kolombia, sosok yang paling wajib diwaspadai lini belakang Portugal bukanlah barisan gelandang mudanya, melainkan sang dirigen veteran, James Rodriguez. 

James terbukti masih magis dengan catatan 10 umpan silang berbahaya dalam dua laga terakhir. Selain itu, ada Jefferson Lerma dan bek sayap Daniel Munoz yang rajin membantu serangan dan mencetak gol.

Skenario jalannya laga besok pagi sepenuhnya berada di tangan keputusan kedua pelatih saat meracik komposisi pemain. 

Jika kedua tim sama-sama menurunkan skuad terbaiknya, penonton akan disuguhkan duel yang super sengit. 

Namun, jika Kolombia memilih mengistirahatkan pilar utamanya, Portugal diprediksi bakal leluasa mendominasi lapangan sekaligus memberi jalan bagi Ronaldo untuk berpesta gol.

Kongo vs Uzbekistan

Atlanta Stadium di Amerika Serikat bakal menjadi saksi perjuangan terakhir Timnas Republik Demokratik (RD) Kongo dan Uzbekistan di Grup K Piala Dunia 2026, Minggu (28/6/2026).

Bentrokan ini dipastikan berjalan panas karena menjadi penentu nasib kedua tim yang tengah memburu peluang lolos ke babak 32 besar.

Saat ini, RD Kongo berada di peringkat ketiga klasemen Grup K, sedangkan Uzbekistan terbenam di posisi juru kunci tanpa raihan poin. 

Tiga poin menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar bagi kedua kesebelasan jika ingin menjaga asa melaju ke fase gugur, walau kepastiannya tetap harus bergantung pada kalkulasi hasil di pertandingan lain.

RD Kongo Siap Tampil Lebih Menyerang

Armada bentukan Sebastien Desabre sebenarnya belum sekalipun memetik kemenangan di turnamen ini. 

Setelah sempat membuat kejutan dengan menahan imbang Portugal di laga pembuka, langkah mereka sedikit tersandung usai takluk tipis 0-1 dari Kolombia di pertandingan kedua.

Kekalahan dari Kolombia tersebut tak lepas dari taktik Desabre yang kembali menumpuk lima bek di lini belakang.

Alih-alih mengulang kesuksesan seperti saat meredam Portugal, strategi ini justru membuat kreativitas permainan RD Kongo mati dan terus berada di bawah tekanan sepanjang laga.

Gawang mereka akhirnya jebol oleh Daniel Munoz di menit ke-76. Meski sempat merespons dengan menaikkan intensitas serangan, momentum kebangkitan itu datang terlambat.

Menatap laga krusial kontra Uzbekistan, Desabre diprediksi bakal merombak pendekatan taktiknya.

Demi memburu kemenangan perdana RD Kongo sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia, sang pelatih diperkirakan akan menurunkan komposisi pemain yang jauh lebih ofensif dan berani menekan sejak menit awal.

Beban Berat di Pundak Skuad Fabio Cannavaro

Di kubu seberang, Uzbekistan datang ke Stadion Atlanta membawa beban yang jauh lebih berat. 

Skuad asuhan legenda Italia, Fabio Cannavaro, hancur lebur di dua laga awal setelah berturut-turut ditumbangkan Kolombia 1-3 dan dipermalukan Portugal lewat gelontoran lima gol tanpa balas.

Dua hasil minor tersebut membuat Uzbekistan terdampar di dasar klasemen dengan rapor selisih gol minus tujuh, salah satu catatan terburuk di fase grup sejauh ini. 

Secara matematis, peluang lolos bagi Uzbekistan memang belum sepenuhnya tertutup jika mereka mampu menjegal RD Kongo, namun posisi mereka sangat kritis dan bergantung pada nasib laga di grup lain.

Performa Uzbekistan sendiri terlihat belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Sejak terakhir kali menang 3-1 atas Gabon pada Maret lalu, tim perwakilan Asia ini tercatat belum pernah lagi memenangkan pertandingan dalam waktu normal. 

Sebelum mengawali fase grup dengan hasil buruk, mereka bahkan sudah menelan kekalahan beruntun dari Kanada dan Belanda di laga uji coba.

Dengan produktivitas tim yang minim hanya mengemas dua gol dari empat laga terakhir, Uzbekistan harus menghadapi tembok tebal untuk bisa menghentikan laju RD Kongo yang lebih diunggulkan di laga ini.

Perkiraan Susunan Pemain

RD Kongo (4-3-3): Mpasi; Wan-Bissaka, Mbemba, Tuanzebe, Masuaku; Mukau, Moutoussamy, Kayembe; Bongonda, Bakambu, Wissa. Pelatih: Sebastien Desabre

Uzbekistan (3-4-2-1): Yusupov; Khusanov, Abdullayev, Ashurmatov; Karimov, Shukurov, Khamrobekov, Nasrullaev; Fayzullaev, Masharipov; Shomurodov. Pelatih: Fabio Cannavaro

Aljazair vs Austria

Laga hidup mati akan tersaji di Stadion Arrowhead, Kansas City, Amerika Serikat, saat Tim Nasional Aljazair bersiap bentrok dengan Austria pada laga pemungkas Grup J Piala Dunia 2026, Minggu (28/6/2026) pagi WIB. 

Pertandingan ini menjadi harga mati bagi kedua tim demi mengamankan tiket menuju babak 32 besar.

Melansir data dari laman resmi FIFA, Aljazair maupun Austria saat ini sama-sama mengantongi tiga poin dari dua laga yang sudah dijalani. 

Siapa pun yang berhasil keluar sebagai pemenang dalam duel krusial ini dipastikan mengunci posisi runner-up Grup J untuk mendampingi Argentina ke fase gugur.

Skenario Kelolosan dan Aroma Balas Dendam Sejarah

Jika pertandingan berakhir imbang, Austria berada di posisi yang lebih diuntungkan untuk finis di peringkat kedua karena unggul dalam aspek selisih gol atas Aljazair. 

Meski begitu, kans Aljazair tidak sepenuhnya tertutup. Hasil seri masih membuka peluang bagi tim berjuluk The Fennec Foxes tersebut untuk melaju lewat jalur delapan tim peringkat ketiga terbaik, bersaing dengan kontestan dari Grup D, E, I, dan L.

Menariknya, bentrokan ini mengembalikan ingatan publik pada sejarah kelam sepak bola dunia. 

Statistik FIFA mencatat bahwa ini merupakan pertemuan kedua bagi kedua negara di putaran final Piala Dunia. Pertemuan perdana mereka terjadi pada Piala Dunia 1982 di Spanyol, di mana saat itu Austria menang dengan skor 2-0.

Laga tahun 1982 itu memicu kontroversi besar yang dikenal sebagai skandal "Disgrace of Gijon". 

Kala itu, Austria dan Jerman Barat dituding melakukan persekongkolan atau 'main mata'. Jerman Barat sengaja hanya mencetak satu gol ke gawang Austria agar kedua tim Eropa tersebut bisa lolos bersama-sama ke fase gugur, sekaligus menyingkirkan Aljazair secara tragis. 

Skandal memalukan inilah yang akhirnya mendasari regulasi FIFA hingga saat ini, di mana pertandingan terakhir fase grup wajib digelar secara serentak.

Kondisi Skuad dan Ambisi Kedua Pelatih

Menjelang laga, kedua tim dipusingkan oleh kondisi pilar mereka. Pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic, tengah berharap-harap cemas menanti pulihnya sang penyerang, Mohamed Amoura, dari cedera.

Di kubu seberang, arsitek Austria, Ralf Rangnick, tetap memelihara optimisme tinggi meski bek andalannya, Stefan Posch, sempat mengalami cedera rahang pada pertandingan sebelumnya.

Kedua pelatih secara tegas menyatakan bahwa tim mereka hanya mengincar kemenangan penuh.

Mereka menepis spekulasi yang menyebut bahwa kedua tim akan bermain aman demi menghindari tim raksasa tertentu di babak sistem gugur nanti.

Jika menengok ke belakang, pencapaian terbaik Aljazair di turnamen akbar ini adalah menembus babak 16 besar pada Piala Dunia 2014 di Brasil.

Sementara itu, Austria memiliki sejarah yang lebih mentereng dengan pernah finis di peringkat ketiga pada edisi Piala Dunia 1954 di Swiss.

Perkiraan Susunan Pemain

Aljazair: Luca Zidane (PG); Aissa Mandi, Ramy Bensebaini, Mohamed Amine Tougai, Zineddine Belaid; Houssem Aouar, Fares Chaibi, Rahim Zerrouki, Hicham Boudaoui; Riyad Mahrez, Mohamed Amoura. Pelatih: Vladimir Petkovic

Austria: Patrick Pentz (PG); Stefan Posch, David Alaba, Kevin Danso, Philipp Lienhart; Nicolas Seiwald, Konrad Laimer, Florian Grillitsch; Marcel Sabitzer, Michael Gregoritsch, Marko Arnautovic. Pelatih: Ralf Rangnick

Yordania vs Argentina

Matchday pemungkas Grup J Piala Dunia 2026 akan menyajikan laga yang sangat menarik di Dallas Stadium, Amerika Serikat, pada Minggu (28/6/2026) pukul 09.00 WIB. 

Tim debutan Yordania dijadwalkan menantang sang juara bertahan, Argentina, dalam laga penutup fase grup yang krusial.

Yordania, yang baru pertama kali merasakan atmosfer putaran final Piala Dunia FIFA sepanjang sejarah mereka, mengusung misi besar untuk menciptakan kejutan raksasa saat bersua dengan sang raksasa Amerika Selatan. 

Setelah sebelumnya meladeni kekuatan Aljazair dan Austria, laga ini akan menjadi ujian tertinggi bagi kesiapan mental pasukan Asia tersebut.

Skenario Babak Knockout untuk Grup J

Persaingan di Grup J tidak hanya memperebutkan tiga poin, melainkan juga posisi strategis untuk menentukan jalur di babak 32 besar. Hitung-hitungan calon lawan di fase gugur sudah mulai terlihat:

Juara Grup J: Dipastikan bakal berhadapan dengan runner-up dari Grup H dalam pertandingan yang digelar di Miami.

Peringkat Kedua Grup J: Akan langsung bersua dengan juara dari Grup H dalam laga sengit di Los Angeles.

Peringkat Ketiga Grup J: Jika mampu lolos lewat jalur salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik, mereka sudah ditunggu oleh juara dari Grup B, D, G, K, atau L.

Prediksi Susunan Pemain

Yordania (3-4-2-1): Yazeed Abu Laila; Abdallah Nasib, Yazan Al-Arab, Husam Abu Dahab; Ihsan Haddad, Mohannad Abu Taha, Nizar Al-Rashdan, Noor Al-Rawabdeh; Mahmoud Al-Mardi, Ali Olwan; Musa Al-Taamari. Pelatih: Jamal Sellami

Argentina (4-3-3): Emiliano Martínez; Gonzalo Montiel, Nicolás Otamendi, Marcos Senesi, Nicolás Tagliafico; Leandro Paredes, Exequiel Palacios, Giovani Lo Celso; Giuliano Simeone, Nicolás González, Julián Alvarez. Pelatih: Lionel Scaloni

Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia Minggu 28 Juni 2026 di TVRI Nasional dan TVRI Sport 

Pukul 04.00 WIB

Grup L: Panama vs Inggris

Grup L: Kroasia vs Ghana

Pukul 06.30 WIB

Grup K: Kolombia vs Portugal

Grup K: RD Kongo vs Uzbekistan

Pukul 09.00 WIB

Grup J: Aljazair vs Austria

Grup J: Yordania vs Argentinasinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: