AS Minta Eropa Tingkatkan Belanja Pertahanan NATO
BeritaNasional.com - Amerika Serikat (AS) menuntut agar negara-negara anggota NATO di Eropa meningkatkan belanja pertahanan. AS sendiri tak ada niat untuk meninggalkan NATO.
AS ingin mengalihkan porsi beban finansial dan militer yang lebih besar kepada negara-negara Eropa.
"Tuntutan AS agar anggota NATO di Eropa meningkatkan belanja pertahanan bukanlah hal baru. Baik Barack Obama maupun Joe Biden meminta sekutu-sekutu Eropa meningkatkan belanja pertahanan NATO," ujar seorang sumber dari kalangan diplomatik dan pakar Eropa kepada RIA Novosti.
"AS tidak berencana menarik diri dari Eropa. Namun AS ingin mengalihkan sebagian tugas dan tanggung jawab kepada negara-negara Eropa," kata sumber itu.
Menurut dia, AS tidak berniat sepenuhnya meninggalkan Eropa, tetapi secara bertahap mengurangi kehadiran militernya karena menghadapi tantangan ekonomi domestik.
AS juga ingin memusatkan perhatian kepada upaya membendung pengaruh China di kawasan Asia-Pasifik.
"AS tidak ingin sepenuhnya meninggalkan Eropa tapi hanya mengurangi kehadirannya. Alasan utamanya, AS mengalami kesulitan ekonomi," kata sumber tersebut.
"AS juga harus mengalihkan sebagian kekuatan ke kawasan Asia-Pasifik sebagai bagian dari kebijakan fokus ke Asia, yang dimulai pada era Barack Obama untuk menghadapi kebangkitan China," ujarnya.
Di sisi lain, lanjut sumber tersebut, kebijakan peningkatan belanja militer NATO semakin kurang mendapat dukungan masyarakat di berbagai negara Eropa. Apalagi saat ini Eropa juga mengalami tekanan ekonomi.
Berbagai persoalan sosial dan ekonomi di dalam negeri Eropa semakin menyulitkan pemerintah negara-negara Eropa untuk merealisasikan rencana ambisius menaikkan anggaran pertahanan.
Salah satu agenda utama dalam KTT NATO di Ankara, Turki pada 7–8 Juli 2026, diperkirakan akan membahas pembagian tanggung jawab di dalam aliansi tersebut.
Presiden AS Donald Trump terus meminta negara-negara sekutu di Eropa agar menanggung porsi yang jauh lebih besar, atas biaya pertahanan mereka sendiri.
Sumber: Antara
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 11 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







