Bulog Siapkan Beras Kita untuk Jaga Stabilitas Harga

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 12 Juli 2026 | 03:00 WIB
Pendistribusian bantuan pangan beras dan minyak goreng. (Beritanasional/Oke Atmaja)
Pendistribusian bantuan pangan beras dan minyak goreng. (Beritanasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Perum Bulog tengah menyiapkan strategi baru untuk meredam lonjakan harga beras premium di pasaran yang kini menyentuh angka Rp16.000 per kilogram. 

Perusahaan umum milik negara ini berencana meluncurkan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) kelas premium dengan merek Beras Kita.

Langkah ini diambil sebagai instrumen operasi pasar baru guna melengkapi program SPHP medium yang sudah berjalan, sekaligus untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan usulan strategis ini telah disampaikan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan untuk digodok menjadi kebijakan pemerintah.

"Kami menyarankan ke Pak Menteri Pertanian maupun Pak Menko Pangan untuk menentukan kebijakan berikutnya. Untuk kenaikan harga beras premium ini, kami juga adakan beras SPHP premium yang bernama Beras Kita," ujar Rizal yang dikutip dari Antara pada Sabtu (11/7/2026).

Menurut dia, intervensi pasar menggunakan beras medium selama ini dirasa kurang ampuh jika tren kenaikan harga justru terjadi pada komoditas beras premium. Oleh karena itu, diperlukan instrumen yang lebih spesifik dan tepat sasaran.

Fenomena ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya produksi beras nasional yang ikut mengubah preferensi konsumen. 

Saat ini, masyarakat, khususnya yang berada di kawasan perkotaan, cenderung lebih memilih mengonsumsi beras kategori premium.

Terkait dengan harga jual beras SPHP premium Beras Kita nantinya, Bulog masih menunggu keputusan resmi dari rapat koordinasi terbatas (rakortas) bersama kementerian dan lembaga terkait.

Pemerintah diproyeksikan akan menggunakan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium saat ini, yaitu Rp14.900 per kilogram, sebagai salah satu acuan utama.

"Pemerintah juga akan menghitung biaya produksi beras premium agar kebijakan yang dihasilkan tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan pelaku usaha," tambah Rizal.

Hingga saat ini, Bulog belum menetapkan kuota pasti atau volume alokasi untuk beras SPHP premium ini. 

Rizal menegaskan penentuan kuota sejak awal justru berisiko memicu ketidaksesuaian dengan kebutuhan riil di lapangan. 

Alhasil, volume distribusi akan disesuaikan secara fleksibel berdasarkan dinamika permintaan pasar.

Kendati demikian, arahan dari Menteri Pertanian mengenai penyediaan 2 juta ton beras komersial dipastikan tetap masuk dalam pembahasan skema penyaluran ini.

Komposisi antara beras SPHP medium dan premium akan terus dievaluasi agar distribusinya berjalan efektif.

Melalui terobosan ini, Bulog optimistis kehadiran Beras Kita tidak hanya akan memperkuat efektivitas operasi pasar, tetapi juga menjadi jawaban bagi kebutuhan masyarakat yang menginginkan beras berkualitas tinggi dengan harga yang tetap ramah di kantong.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: