Ada Alasan Khusus di Balik Benjamin Netanyahu Dukung Timnas Argentina Juara Piala Dunia 2026
BeritaNasional.com - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka menyatakan dukungannya untuk Tim Nasional (Timnas) Argentina di ajang Piala Dunia 2026.
Netanyahu berharap skuad La Albiceleste dapat keluar sebagai juara dan mempertahankan gelar.
Dilansir dari Caught Offside pada Sabtu (11/7/2026), Netanyahu menegaskan dukungannya terhadap tim asuhan Lionel Scaloni tersebut murni didorong oleh motif geopolitik, bukan karena faktor kebintangan sang maestro sepak bola, Lionel Messi.
Ketika pembawa acara podcast menyiratkan bahwa pilihan tersebut dipengaruhi oleh daya tarik Messi, Netanyahu langsung membantahnya.
"Tidak. Perdana Menteri (Presiden) Milei sebelum Messi," tegas Netanyahu beberapa waktu lalu dalam sebuah siniar.
Netanyahu yang saat ini menghadapi tekanan internasional menyusul terbitnya surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang di Palestina melontarkan pujian kepada Presiden Argentina Javier Milei.
"Dia (Javier Milei) adalah superstar sejati. Sahabat terbaik Israel," tambah Netanyahu.
Sejak menjabat, Presiden Argentina Javier Milei terus memperkuat hubungan diplomatik negaranya dengan Tel Aviv.
Milei berulang kali menyatakan dukungan tanpa syarat bagi Israel, termasuk mengumumkan rencana kontroversial untuk memindahkan Kedutaan Besar Argentina ke Yerusalem.
Bagi Netanyahu, aliansi politik strategis ini jauh lebih bernilai dibanding kecintaan pada dunia olahraga.
Pernyataan dukungan vokal dari Netanyahu ini mencuat di tengah ketegangan yang masih menyelimuti kemenangan dramatis 3-2 Argentina atas Mesir pada babak 16 besar lalu. Laga tersebut menuai kecaman luas akibat serangkaian keputusan kontroversial dari wasit asal Prancis, François Letexier.
Kekecewaan mendalam dirasakan kubu Mesir setelah gol dari Mostafa Ziko dianulir oleh wasit. Padahal, jika gol tersebut disahkan, Mesir akan unggul telak 2-0 atas sang juara bertahan.
Ketegangan makin memanas setelah muncul laporan dari Football Paparazzi yang mengindikasikan adanya unsur politis di balik keputusan kontroversial korps baju hitam.
Laporan itu menyebutkan keberpihakan wasit diduga dipengaruhi oleh sikap vokal manajer Mesir, Hossam Hassan, yang secara terbuka terus menyuarakan dukungan untuk Palestina selama turnamen Piala Dunia berlangsung.
Pascalaga, Hassan dengan nada geram menuduh FIFA telah melakukan ketidakadilan terstruktur.
Ia mengeklaim ada kekuatan eksternal yang sengaja mengintervensi pertandingan demi menyelamatkan Argentina agar tidak angkat koper lebih awal.
Meski Ketua Komite Wasit FIFA Pierluigi Collina langsung bergerak cepat membantah tuduhan Hassan dan menyebutnya "tidak berdasar", isu ini telanjur menggelinding menjadi bola panas global.
Drama perwasitan yang berkelindan dengan isu geopolitik ini terus membayangi persiapan Argentina yang kini bersiap melakoni laga krusial di babak perempat final.
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 22 jam yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 21 jam yang lalu



