BMKG Pastikan Operasi Modifikasi Cuaca DKI Jakarta Tidak Banjiri Daerah Sekitar

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 10 Desember 2024 | 18:50 WIB
Ilustrasi cuaca. (Foto/Freepik)
Ilustrasi cuaca. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dan instansi terkait tidak akan menyebabkan banjir di daerah sekitarnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG melakukan OMC untuk mengurangi intensitas hujan guna mengantisipasi banjir di Ibu Kota.

"Kami BMKG bersama BNPB akan terus berupaya dengan modifikasi cuaca, namun jangan khawatir, ini tidak akan membanjiri wilayah lain," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2024).

Dwikorita menjelaskan, awan yang dimodifikasi adalah awan yang berada di laut. Oleh karena itu, awan tersebut tidak akan menyebabkan hujan di daerah lain karena belum mencapai daratan.

"Sesungguhnya, yang dimodifikasi itu adalah awan-awan yang masih di laut dan belum sempat masuk ke daratan," ujar Dwikorita.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaksanakan OMC hari kedua pada Minggu (8/12/2024).

OMC ini dilakukan berpusat di Bandar Udara Budiarto, Curug, Banten, dengan tabur garam, atau yang biasa disebut semai, pada ketinggian 8.000-11.000 feet dengan membawa 800 kg garam.

Rute tabur garam berada di kawasan laut Selat Sunda, Laut Jawa, dan kawasan Serang, Banten. Dalam kegiatan OMC ini, BPBD DKI Jakarta berkolaborasi dengan BMKG dan PT SAI (Songo Aviasi Indonesia).

Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Maruli Tua Sijabat, mengatakan bahwa pelaksanaan OMC pada hari kedua berjalan sesuai rencana. Tim pelaksana bersama BMKG memantau pergerakan awan potensial dari arah barat dan barat daya.

“Hasil sementara dari OMC menunjukkan adanya penurunan intensitas hujan di beberapa wilayah yang sebelumnya berpotensi mengalami curah hujan tinggi. Kami terus memantau dinamika atmosfer dan menyesuaikan strategi penyemaian agar hasil operasi lebih maksimal,” kata Maruli.

Melihat suksesnya OMC dalam menekan intensitas hujan, Pemprov DKI berencana untuk melanjutkan operasi ini pada pertengahan Desember 2024.

"Rencananya kami akan lanjutkan, ini sedang dijajaki, masih dengan biaya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk tahap kedua yang kami perkirakan sekitar pertengahan Desember 2024 ini," kata Penjabat (Pj) Gubernur DKI, Teguh Setyabudi, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/12/2024).

"Memang seperti yang disampaikan pada waktu rapat, rekayasa cuaca tidak berarti akan menghentikan hujan, tetapi paling tidak akan mengurangi intensitas hujan secara signifikan. Dan kita lihat, pada tanggal 7, 8, InsyaAllah hari ini juga hujan relatif ringan," sambungnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: