Arus Balik Diprediksi Mulai 5 April, Simak Skema Rekayasa Lalu Lintasnya

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 02 April 2025 | 20:30 WIB
Ilustrasi arus balik (Beritanasional/Elvis)
Ilustrasi arus balik (Beritanasional/Elvis)

BeritaNasional.com - Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho memprediksi arus balik Lebaran 2025 akan mulai terjadi pada Sabtu, 5 April mendatang. Maka dari itu beberapa skema rekayasa lalu lintas pun telah disiapkan.

"Arus balik rencana prediksinya tanggal 5 atau 6, tentunya kita harus melakukan langkah-langkah strategis dengan semua stakeholder kaitannya dengan tata kelola rekayasa lalu lintas," kata Agus kepada wartawan, Rabu (2/4/2025).

Adapun, lanjut Agus, sejumlah rekayasa lalu lintas, seperti contraflow hingga one way telah disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan saat arus balik menuju Jakarta dan sekitarnya.

Di mana contraflow, rencananya akan diterapkan dari KM 70 hingga KM 47 Tol Jakarta-Cikampek. Namun, jika volume kendaraan terus bertambah, maka akan diperpanjang hingga KM 36.

Kemudian, mulai 3 April, juga akan diterapkan one way lokal. Untuk tahap pertama one way diterapkan dari KM 188 Tol Palimanan hingga KM 70 Gerbang Tol Cikatama.

"Apabila di tanggal 4 masih ada bangkitan yang cukup teras dari arah timur yang menuju Jakarta, kami akan berlakukan one way tahap dua dari kilometer 246 hingga 188," tutur Agus.

"Mana kala masih terjadi bangkitan, tanggal 5 akan kita perpanjang lagi one way dari, mungkin dari Batang, termasuk juga barangkali dari 414. Karena pada tanggal 6, flag out daripada one way nasional yang akan dilepas oleh Bapak Kapolri dan Pak Menteri Perhubungan itu rencana tanggal 6 pagi. Kira-kira demikian yang sudah kami persiapkan," tambah dia.

Selain itu, sebut Agus, pihaknya juga secara khusus mempersiapkan pengamanan dan pengaturan di tol fungsional yang digunakan saat arus balik.

"Hari ini kami akan melakukan gladi tol fungsional dari Sadang sampai kilometer 34, yang mana arus balik dari Bandung yang tadinya crossing di 66, sebelum sampai di kilometer 66 Cikampek, akan kita alihkan melalui Sadang tol fungsional hingga keluar di kilometer 34," kata Agus.

Dengan adanya tol fungsional, maka bisa mengantisipasi pertemuan crossing dari arus balik Trans Jawa ke Jakarta yang dari Bandung akan ketemu di Cikampek. Sehingga beban kendaraan di Cikampek bisa dikurangi.

Disisi lain, Agus juga menyampaikan pihaknya akan menambah jumlah personel yang bertugas di lapangan. Guna, membantu pengaturan arus lalu lintas dan mengantisipasi kecelakaan.

"Kami juga akan mempersiapkan beberapa penebalan-penebalan anggota, khususnya yang berada di kilometer 37 hingga 70, termasuk di rest area, baik dari anggota Sabara. Termasuk juga fungsi-fungsi lalu lintas , khususnya tim urai. Jadi, akan kami pertebal di tol Cikampek hingga Palimanan," imbuh dia.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: