Gunung Semeru Kembali Meletus, PVMBG Keluarkan Peringatan

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 03 April 2025 | 10:06 WIB
Gunung semeru erupsi, kolom letusan capai 900 Meter. (Foto/doc. PVMBG)
Gunung semeru erupsi, kolom letusan capai 900 Meter. (Foto/doc. PVMBG)

BeritaNasional.com -  Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Kamis (3/4/2025) pagi. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu yang menjulang hingga 900 meter di atas puncak Mahameru.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Kamis, 3 April 2025, pukul 07.09 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan resminya.

Aktivitas Vulkanik Meningkat

Menurut laporan yang diterima, kolom abu yang dikeluarkan tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, bergerak ke arah timur dan tenggara. Data dari seismograf mencatat erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi 144 detik.

Sebelumnya, dalam periode pemantauan pada 2 April 2025, aktivitas vulkanik Gunung Semeru menunjukkan peningkatan dengan:

  • 44 kali gempa letusan/erupsi, amplitudo 12-23 mm, durasi 79-278 detik.
  • 3 kali gempa guguran, amplitudo 2-4 mm, durasi 52-147 detik.
  • 14 kali gempa embusan, amplitudo 2-7 mm, durasi 58-98 detik.
  • 1 kali gempa harmonik, amplitudo 6 mm, durasi 127 detik.
  • 7 kali gempa tektonik jauh, amplitudo 4-18 mm, S-P 13-56 detik, durasi 37-135 detik.

Rekomendasi PVMBG: Waspada Zona Berbahaya

Menanggapi peningkatan aktivitas Semeru, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat tetap waspada dan menghindari kawasan berbahaya.

Warga dilarang melakukan aktivitas dalam radius delapan kilometer dari puncak, terutama di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan. Selain itu, masyarakat di luar area tersebut diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai karena berisiko terkena aliran awan panas dan lahar hingga 13 kilometer dari puncak.

Dengan aktivitas vulkanik yang masih tinggi, masyarakat diminta untuk selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang dan menghindari zona berbahaya demi keselamatan bersama.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: