Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran yang Hanguskan 250 Bangunan di Kemayoran

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 03 Juni 2026 | 06:17 WIB
Kebakaran di Kebon Kosong  Kemayoran, Jakpus, Senin (1/6/2026) malam. (BeritaNasional/Bachtiar)
Kebakaran di Kebon Kosong Kemayoran, Jakpus, Senin (1/6/2026) malam. (BeritaNasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Polisi tidak ingin berspekulasi terkait penyebab kebakaran hebat yang membakar ratusan bangunan di pemukiman penduduk kawasan Gempol, belakang Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Maka dari itu untuk hasil pemeriksaan masih menunggu analisa dari tim laboratorium forensik (labfor). Seiring proses pengambilan keterangan terhadap lima saksi untuk menggali kondisi kebakaran yang terjadi Senin (1/6/2026) malam.

“Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi, termasuk Ibu RW 04,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung kepada wartawan dikutip Rabu (3/6/2026).

Sebab, Reynold tak menampik jika isu terkait penyebab kebakaran telah berkembang di masyarakat. Ada yang menyebut, dari korsleting listrik, namun ada pula yang menduga akibat kompor.

“Semua mungkin ada yang bilang korsleting, ada yang bilang dari kompor. Namun yang lebih valid setelah mendapatkan pemeriksaan lanjut dari Pusat Laboratorium Forensik,” ucap dia.

Sementara untuk menjaga tempat kejadian perkara (TKP) selama proses penyelidikan, garis polisi telah dibentangkan. Nantinya akan menjadi lokasi pemeriksaan oleh Puslabfor Bareskrim Polri.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Puslabfor yang besok dijadwalkan turun ke lokasi untuk olah TKP,” katanya.

Kemudian soal informasi pemilik rumah diduga menjadi titik awal kebakaran telah diamankan, Reynold membantah kabar itu. Karena polisi sampai saat ini belum memeriksa yang bersangkutan, karena masih trauma akibat musibah tersebut.

“Ada beberapa saksi yang masih syok. Nanti akan kami mintai keterangan lebih lanjut,” ujarnya.

Sebelumnya, kebakaran yang melanda pemukiman padat penduduk di belakang pasar Jiung turut menghanguskan sekitar 250 bangunan. Dampaknya, kurang lebih 500 jiwa dari 300 kepala keluarga (KK) terpaksa kehilangan tempat tinggal.

Sementara untuk korban jiwa dipastikan nihil, namun untuk korban luka dilaporkan ada tiga warga bernama Puput dan Dika menjalani perawatan di RS Hermina Kemayoran, serta Suparno, dirujuk ke RSCM. sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: