Prabowo Tegaskan MBG Penting untuk Cegah Stunting dan Tingkatkan Kualitas SDM

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 03 Juni 2026 | 18:47 WIB
SPPG Polri terapkan sistem MBG prasmanan (Beritanasional/Bachtiar)
SPPG Polri terapkan sistem MBG prasmanan (Beritanasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan untuk mengatasi masalah kekurangan gizi pada anak-anak Indonesia.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

Menurut Prabowo, pemerintah masih menemukan banyak anak yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan dan jarang mengonsumsi makanan bergizi di rumah.

"Makan bergizi gratis ini konsepnya adalah sangat sederhana, bahwa kenyataan kita menemukan bahwa sebagian dari anak-anak kita tiap pagi berangkat ke sekolah tidak makan pagi. Bahkan di rumahnya jarang makan yang bergizi," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan persoalan gizi masih menjadi tantangan di sejumlah daerah. Ia menyebut angka kekurangan gizi di beberapa wilayah mencapai lebih dari 20 persen hingga mendekati 30 persen.

"Ada bagian-bagian negara kita yang lebih dari 20 persen, mendekati 30 persen, anak-anak kita kurang gizi. Yang terjadi adalah apa yang disebut stunting, sel otak kurang berkembang, sel otot kurang berkembang, sel otak, otot dan tulang kurang berkembang," ujar Prabowo.

Menurut Presiden, kekurangan gizi tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga memengaruhi kemampuan mereka untuk berkembang dan memperoleh kesempatan yang lebih baik di masa depan.

"Artinya, satu, dia tidak akan berkembang sesuai potensi dia sebagai manusia normal, berarti kemampuan dia di bawah normal. Berarti yang kita temukan dia kadang-kadang untuk lulus SD saja susah," ucap Prabowo.

"Bahkan mungkin dia tidak bisa mengganti pekerjaan bapaknya sebagai petani, sebagai buruh harian atau sebagai nelayan," tambahnya.

Oleh karena itu, Prabowo menilai program MBG memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Jadi program ini adalah sangat penting. Dan program ini, kalau berhasil, akan menimbulkan suatu kemajuan yang sangat besar untuk ekonomi kita," kata Presiden.

Selain berdampak pada kesehatan dan pendidikan, Prabowo mengatakan program tersebut juga berpotensi menggerakkan ekonomi desa melalui penyerapan hasil produksi petani dan pelaku usaha lokal untuk kebutuhan dapur MBG.

Presiden memperkirakan saat program berjalan penuh, jumlah penerima manfaat dapat mencapai 83-85 juta orang dengan dukungan sekitar 30 ribu dapur yang beroperasi di seluruh Indonesia.

"Kalau nanti program ini berjalan di puncaknya, kita bisa memberi makan 80 sekian juta, 83-85 juta, 30 ribu dapur berjalan dengan benar dan baik, kita bisa menghasilkan 1,5 juta pekerjaan formal dan mungkin 1,5 juta lagi pekerjaan yang nyata di ekonomi pedesaan, 3 juta lapangan kerja," tandasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: