Buntut Kasus Beras Oplosan, Food Station Bakal Diaudit Inspektorat Pemprov DKI

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 15 Juli 2025 | 17:39 WIB
Seorang petugas memanggul beras. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Seorang petugas memanggul beras. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mengungkapkan, pemerintah DKI akan mengaudit PT Food Station Tjipinang Jaya.

Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti temuan Kementerian Pertanian terkait adanya beras premium oplosan.

"Pasti ada audit. Pasti ada audit. Apalagi hal seperti ini. Ini Inspektorat turun," kata Rano kepada wartawan di Jakarta Selatan, Selasa (15/7/2025).

Meski demikian, Rano menegaskan Food Station membantah hal tersebut. Sebab, beras yang diproduksi selalu sesuai mutu premium. 

"Saya mendapat laporan, tapi sulit, ini memerlukan waktu yang panjang untuk diskusi ini. Tapi saya mendapat laporan dari Food Station bahwa itu tidak benar," ujar dia.

Namun, Rano mengizinkan aparat penegak hukum menindaklanjuti hal ini sampai tuntas.

"Kalau memang salah, tindak. Gak ada urusan," tegasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok mengatakan, pihaknya selalu menggunakan beras merk Setra Pulen dan Setra Ramos dari PT Food Station Tjipinang Jaya untuk Program Pangan Bersubsidi Beras.

Pemprov DKI pun, lanjut Hasudungan, selalu menguji lab terhadap mutu beras tersebut.

"Secara periodik, sedikitnya tiga kali dalam setahun, melakukan pengambilan sampel beras di gudang FS dan melakukan pengujian di Laboratorium Terakreditasi (Lab Saraswanti dan atau Lab PPSH DKPKP) untuk memastikan kesesuaian mutunya," kata Hasudungan dalam keterangan resminya, Selasa (15/7/2025).

Pada tahun 2025, telah dilakukan pengambilan sampel beras kedua merk tersebut di gudang FS selama dua kali pada tanggal 24 Januari dan 16 Juni 2025.

"(Kami juga) mengujikannya ke Laboratorium Saraswanti (SIG) Jakarta Pusat dengan hasil sesuai kelas Premium," tandasnya.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: