Ramai Isu Pembelian Kapal Perang Buatan China, Kemhan: Belum Ada Info Spesifik
BeritaNasional.com - Belakangan tengah ramai di media sosial membahas rencana İndonesia membeli kapal perang tipe 053H buatan China. Tidak sedikit isu itu malah mendatangkan reaksi negatif dari netizen karena dinilai sudah terlalu tua.
Dari banyaknya akun di media sosial, salah satu yang membahas rencana pembelian ini muncul dari akun X @RWWReborn yang menyebut İndonesia akan mendapatkan 7 unit kapal bekas buatan China tersebut.
“Indonesia membeli kapal perang China, kali ini kapal perang kelas fregat dengan status bekas, dari kelas Type 053H3 atau Jiangwei II-class (jangan tertukar dengan petasan jangwe ya). Indonesia akan mendapatkan tujuh kapal bekas ini dari China dalam waktu yang relatif dekat,” tulis akun @RWWReborn.
Atas ramainya pembahasan ini, Karo Infohan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Frega Wenas menegaskan pihaknya belum menerima info terkait isu pembelian kapal dari Negeri Tirai Bambu tersebut.
“Belum ada info spesifik terkait platform alutsista tersebut,” kata Frega saat dikonfirmasi awak media dikutip Rabu (22/10/2025)
Menurut dia, setiap pembelian alutsista yang dilakukan Pemerintah İndonesia pastinya akan melalui tahap kajian yang mendalam. Sehingga hasilnya bisa maksimal dalam tugas menjaga kedaulatan NKRI.
“Pengkajian masih dilakukan pada semua jenis platform alutsista terbaik yang dapat secara efektif melengkapi postur pertahanan kita guna menjaga kedaulatan NKRI secara optimal,” ucapnya.
Sementara itu, Frega mengatakan rencana modernisasi alutsista khususnya kebutuhan kapal perang sejauh ini masih dalam proses pengkajian internal dan belum ada ketetapan terkait rencana pembelian kapal 053H buatan China.
“Kita mengkaji semua kemungkinan alutsista yang terbaik beserta aspek operasional hingga logistiknya. Bila nanti sudah ada info yang bisa disampaikan pasti akan diinfokan,” tegasnya.
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu






