Jepang Gencar Kembangkan Senjata Nuklir, China Meradang
BeritaNasional.com - Pemerintah China memberikan peringatan keras terhadap pergerakan Jepang yang dinilai mulai mengarah pada pengembangan senjata nuklir.
Beijing menegaskan situasi ini bukan lagi sekadar potensi risiko, melainkan sudah menjadi ancaman nyata bagi kawasan Asia.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional China Zhang Xiaogang dalam sebuah konferensi pers pada Kamis (25/6/2026).
Respons ini mencuat menyusul laporan media terkait penguatan kerja sama antara Amerika Serikat dan Jepang dalam strategi "extended deterrence" (pencegahan yang diperluas), sebuah komitmen AS untuk melindungi sekutunya, termasuk menggunakan kapabilitas nuklir.
Menurut Zhang, strategi warisan Perang Dingin tersebut justru memperkeruh situasi global.
"Strategi pencegahan yang diperluas ini hanya akan memperburuk risiko proliferasi (penyebaran) senjata nuklir dan memicu konflik nuklir," tegasnya yang dikutip dari Xinhua News pada Kamis.
Zhang juga melayangkan kritik tajam terhadap sikap kontradiktif pemerintah Jepang. Ia menyayangkan Tokyo kerap memosisikan diri sebagai korban tragedi bom nuklir masa lalu.
Namun, di sisi lain, Jepang aktif membuka pintu bagi senjata nuklir dari sekutu Barat.
China mendesak Jepang untuk mematuhi komitmen internasional dan setia pada kewajiban di bawah Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).
Kemudian, hentikan ambisi nuklir, menahan diri dari segala upaya untuk memperoleh atau menampung senjata nuklir dalam bentuk apa pun.
Tak hanya Jepang, Amerika Serikat pun tak luput dari teguran. Zhang meminta Washington untuk segera menghentikan kebijakan serta tindakan provokatif yang berpotensi merusak perdamaian regional dan stabilitas strategis global.
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 21 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 18 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







