Profil Ki Anom Suroto, Dalang Wayang Kulit Legendaris yang Mendalang di 5 Benua

Oleh: Kiswondari
Jumat, 24 Oktober 2025 | 08:00 WIB
Profil Ki Anom Suroto, dalang wayang kulit legendaris yang mendalang di 5 benua. (Foto/@anomsuroto48)
Profil Ki Anom Suroto, dalang wayang kulit legendaris yang mendalang di 5 benua. (Foto/@anomsuroto48)

BeritaNasional.com - Dalang legendaris Ki Anom Suroto dikabarkan meninggal dunia di RS dr. Oen Kandangsapi, Solo pada Kamis (23/10/2025) sekitar pukul 07.00 WIB. Sang dalang meninggal dunia di usianya yang ke-77 tahun, setelah sempat dirawat di ICU dalam keadaan sadar. Semasa hidup, Ki Anom Suroto telah mendalang hingga ke lima benua dan di hadapan para tokoh penting. Penasaran dengan sosoknya? Berikut profil Ki Anom Suroto yang dikutip dari berbagai sumber, Jumat (23/10/2025). 

Ki Anom Suroto memiliki nama bangsawan Kanjeng Raden Tumenggung Haryo Lebdonagoro, ia lahir di Juwiring, Klaten pada 11 Agustus 1948. Ia merupakan putra seorang dalang bernama Ki Sadiyun Harjadarsana, dan memiliki seorang adik yang juga seorang seniman bernama Ki Warso Slank. Istrinya bernama Sri Sayuti, dari pernikahannya ia dikaruniai delapan orang anak, dan juga memiliki 18 orang cucu. 

Pendidikan Ki Anom Suroto

Sebelum mulai terkenal sebagai dalang sejak sekitar tahun 1975-an, Ki Anom Suroto mempelajari ilmu pedalangan sejak umur 12 tahun dari ayahnya sendiri. Selain itu, Ki Anom Suroto juga secara tidak langsung banyak belajar pedalangan dari Ki Nartasabdo dan beberapa dalang senior lainnya.

Dia juga pernah belajar di Kursus Pedalangan yang diselenggarakan Himpunan Budaya Surakarta (HBS), dan belajar secara tidak langsung dari Pasinaon Dalang Mangkunegaran (PDMN), Pawiyatan Kraton Surakarta. Bahkan, ia juga pernah belajar di Habiranda, Yogyakarta. Saat belajar di Habiranda, Ki Anom Suroto menggunakan nama samaran Margono.

Perjalanan Karier Ki Anom Suroto

Karier Ki Anom Suroto diawali pada tahun 1968, saat ia tampil di Radio Republik Indonesia (RRI) setelah melalui seleksi ketat. Tahun 1978, Ki Anom diangkat sebagai abdi dalem Penewu Anon-anon dengan nama Mas Ngabehi Lebdocarito.

Karier Ki Anom Suroto melesat, bahkan hingga akhir abad ke-20 ini, Ki Anom Suroto adalah satu-satunya dalang yang pernah mendalang di lima benua, antara lain di Amerika Serikat pada 1991 dalam rangka pameran KIAS (Kebudayaan Indonesia di AS). Ki Anom juga pernah mendalang di Jepang, Spanyol, Jerman Barat, Australia dan pada 2018 awal beliau mendalang di Rusia. Bahkan, Ketua Umum Sena Wangi Dr. Soedjarwo pernah mengirim Ki Anom Suroto ke India, Nepal, Thailand, Mesir, dan Yunani khusus untuk menambah wasasan pedalangan mengenai dewa-dewa.

Saat Orde Baru, Ki Anom Suroto terpilih sebagai dalang kesayangan dalam Angket Wayang yang diselenggarakan dalam rangka Pekan Wayang Indonesia VI-1993. Ia juga memperoleh Satya Lencana Kebudayaan RI dari Presiden Soeharto pada 1995.

Dalam organisasi pedalangan, Ki Anom Suroto pernah menjabat sebagai Ketua III Pengurus Pusat Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) pada periode 1996–2001.

Pada 1997, Ki Anom Suroto pernah mendapat anugerah nama Lebdocarito dari Keraton Surakarta dan diangkat sebagai Bupati Sepuh dengan nama baru Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Lebdonagoro.

Selain aktif mendalang, Ki Anom Suroto juga aktif dalam pembinaan pedalangan dengan membimbing dalang-dalang yang lebih muda, baik dari daerahnya maupun dari daerah lain. Secara berkala, Ki Anom Suroto juga mengadakan semacam forum kritik pedalangan dalam bentuk sarasehan dan pentas pedalangan di rumahnya yang terletak di Jl. Notodiningratan 100, Surakarta setiap hari Rabu Legi, sesuai dengan hari kelahirannya, sehingga akhirnya dinamakan Rebo Legen.

Ki Anom Suroto juga menciptakan beberapa gending Jawa, di antaranya Mas Sopir, Berseri, Satria Bhayangkara, ABRI Rakyat Trus Manunggal, Nyengkuyung Pembangunan, Nandur Ngunduh, Salisir, dan beberapa gending lain. Ia juga menciptakan sanggit lakon sendiri antara lain, Semar mbangun Kahyangan, Anoman Maneges, Wahyu Tejamaya, Wahyu Kembar dan beberapa lainnya. 

Selain itu, Ki Anom Suroto juga pernah mencoba merintis Koperasi Dalang ‘Amarta’ yang bergerak di bidang simpan pinjam dan penjualan alat perlengkapan pergelaran wayang. Ia pun menjadi pemrakarsa pendirian Yayasan Sesaji Dalang, yang salah satu tujuannya adalah membantu para seniman, khususnya yang berkaitan dengan pedalangan.

Demikian informasi seputar profil Ki Anom Suroto, semoga karya almarhum kian memperkaya dunia pewayangan dan warisan budaya tanah air.  sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: