Jangan Bingung, Ini Perbedaan Emas dan Kuningan

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Rabu, 29 Oktober 2025 | 08:00 WIB
Ilustrasi emas. (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi emas. (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com -  Emas berwarna kuning, kuningan juga kuning. Apakah kuningan adalah emas? Ataukah emas sebetulnya adalah kuningan? Nah biar tidak salah ini perbedaan antara emas dan kuningan. Yuk disimak.

Mungkin tidak sedikit yang sulit membedakan emas dan kuningan. Keduanya memang memiliki tampilan visual yang serupa.

Apa Itu Kuningan?

Sebelum mengetahui apakah kuningan mengandung emas, kamu perlu memahami informasi dasar mengenai kuningan terlebih dahulu.

Melansir laman Pegadaian, kuningan merupakan logam yang memiliki komposisi terdiri dari perpaduan dari tembaga dengan seng. Kuningan tidak tergolong langka. Jadi, produk yang terbuat dari kuningan relatif mudah ditemukan.

Menurut sejarah, kuningan awalnya ditemukan pada peradaban kuno ketika muncul artefak di wilayah Mediterania.

Diyakini pembuatan logam ini secara sistematis pertama kali dilakukan sekitar 500 SM saat ahli metalurgi tidak sengaja mencampurkan seng dan bijih tembaga selama proses peleburan.

Kadar seng di dalamnya cukup variatif sehingga menghasilkan berbagai jenis material kuningan yang bersifat mekanik, listrik, dan dengan warna berbeda-beda.

Hal tersebut mencerminkan bahwa kuningan adalah hasil buatan dari manusia untuk menciptakan material logam dengan karakteristik tertentu.

Dari pemahaman tersebut, dapat disimpulkan bahwa jawaban dari pertanyaan apakah kuningan mengandung emas adalah tidak.

Kelebihan Kuningan

Hingga kini, kuningan masih eksis digunakan sebagai bahan untuk membuat beragam produk yang menyerupai emas, seperti perhiasan emas imitasi atau artifisial.

Bukan tanpa alasan, kuningan memiliki kelebihan yang patut dipertimbangkan, di antaranya adalah sebagai berikut. 

1. Tidak Berkarat

Salah satu kelebihan kuningan adalah tidak dapat mengalami karatan. Hal ini karena karat secara spesifik merupakan oksidasi yang terjadi pada besi.

Sementara itu, material logam yang terkandung di dalam kuningan bukanlah besi atau unsur tunggal, melainkan tembaga dan seng.

2. Mudah Dibentuk

Kuningan termasuk logam dengan tingkat fleksibilitas yang baik dalam proses manufakturnya karena mudah ditempa atau dilas. Bahkan, kelebihan ini bersifat tetap atau tidak berubah.

Benda-benda yang berbahan dasar kuningan juga dinilai kuat dan tahan terhadap gesekan, beban berat, maupun getaran sehingga lebih awet penggunaannya.

Kekurangan Kuningan

Selain kelebihan, kuningan juga mempunyai kekurangan yang tentunya perlu diperhatikan. Walaupun tidak berkarat, logam ini tetap rentan terhadap korosi.

Korosi pada kuningan ditandai dengan permukaannya yang mengalami oksidasi sehingga terbentuk lapisan tembaga karbonat (patina).

Kemudian, terjadi dezincifikasi (keterlarutan seng) pada lingkungan asam yang mengubah warnanya menjadi lebih kemerahan dan rapuh.

Kekurangan kuningan lainnya, yakni mudah mengalami retak korosi tegangan akibat kombinasi tegangan tarik dan lingkungan korosif, terutama saat terpapar amonia atau beberapa asam.

Produksi dan pemesinannya pun berisiko menimbulkan efek buruk pada lingkungan karena membutuhkan energi yang signifikan. Jadi, diperlukan metode ramah lingkungan untuk mengolahnya agar tidak mengganggu kelestarian lingkungan.

Lebih lanjut, produk dari kuningan umumnya memerlukan perawatan dan pemolesan secara rutin demi mempertahankan penampilan sekaligus kilaunya.

Cara Membedakan Emas dan Kuningan

1. Warna

Pada dasarnya, warna kuningan cukup beragam, mulai dari kuning keperakan hingga cokelat kemerahan karena bergantung pada kadar seng di dalamnya.

Warna kuningnya pun tampak lebih kusam dan tidak terlalu mengilat. Sementara itu, emas asli berwarna kuning lebih terang, cerah, lembut, dan berkilau.

2. Kepadatan Logam

Jika ingin membedakan antara emas dengan kuningan, cobalah untuk menimbangnya secara bersamaan dan rasakan perbandingan bobotnya. Umumnya, emas akan lebih berat karena tingkat kerapatan atau kepadatan logamnya tinggi.

3. Karat

Perbedaan emas dengan kuningan juga dapat dilihat berdasarkan besaran karatnya (satuan untuk mengukur kemurnian emas). 

Biasanya, kadar emas ini terukir di permukaan logam berupa angka, seperti 750 (18K), 916 (22K), atau 999 (24K). Pada perhiasan, terkadang ditulis kode huruf, seperti UBS atau MT.

Kode tersebut berguna untuk menunjukkan asal produksi emas. Sementara itu, kuningan tidak mempunyai karat selayaknya emas. Namun, ada ukiran “brass” sebagai tanda pengenalnya.

4. Sifat Fisik

Berdasarkan sifat fisiknya, emas tidak sama dengan kuningan. Emas asli cenderung meninggalkan bekas keemasan saat digores ke atas permukaan keramik.

Sebaliknya, jika mencoba untuk menggesekkan kuningan pada keramik, maka bekas yang ditinggalkan cenderung kehitaman. Scratch test ini dinilai efektif untuk membedakan keduanya.

5. Harga

Cara berikutnya untuk membedakan emas dan kuningan, yakni dengan membandingkan harganya. Emas asli berharga lebih mahal, namun bergantung pula pada tingkat campurannya.

Di sisi lain, harga kuningan tidak setinggi emas. Tetapi, kebermanfaatan dari logam ini tidak dapat diremehkan, terutama saat sudah melewati proses fabrikasi dan menjadi produk jadi.

6. Reaksi terhadap Cairan Asam

Selanjutnya, emas dan kuningan memiliki reaksi kimia yang berbeda saat permukaannya ditetesi oleh cairan asam. Emas cenderung tidak memunculkan reaksi.

Lain halnya dengan emas, kuningan menunjukkan reaksi yang signifikan, seperti muncul gelembung kecil dan terjadi perubahan warna.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: