Badai Melissa Hantam Jamaika, WMO Sebut Bencana dengan Dampak Terburuk Abad Ini
BeritaNasional.com - Badai tropis terkuat tahun ini di seluruh dunia, Badai Melissa, diprediksi menimbulkan dampak terburuk yang pernah terjadi di Jamaika dalam satu abad terakhir. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB pada Selasa (28/10/2025) waktu setempat mengeluarkan peringatan serius menyusul siklon tropis Kategori 5 pada skala Saffir-Simpson ini.
Badai Melissa menghantam daratan di pesisir barat daya Jamaika pada Selasa dan laporan media lokal menyebutkan sedikitnya tujuh orang tewas di Karibia utara akibat bencana ini.
Ancaman Angin 300 Km/Jam dan Curah Hujan Sangat Tinggi
WMO memperingatkan adanya ancaman serius terhadap kehidupan, termasuk angin kencang mematikan dengan kecepatan mendekati 300 km/jam, gelombang badai yang dahsyat, serta curah hujan yang sangat tinggi. Jutaan orang di Jamaika dan seluruh Karibia diperkirakan akan terkena dampaknya.
Menurut Spesialis Siklon Tropis WMO Anne-Claire Fontan, Jamaika belum pernah dilanda badai sekuat ini sejak Badai Gilbert pada 1988.
"Badai Melissa akan membawa curah hujan tiga kali lipat dari jumlah normal untuk bulan hujan di Jamaika, berpotensi mencapai 700 milimeter," tambah Fontan dalam konferensi pers PBB.
Selain Jamaika, Badai Melissa juga diprediksi akan memengaruhi Kuba, Bahama, Haiti, dan Republik Dominika dengan membawa curah hujan tinggi dan angin kencang.
Necephor Mghendi, Kepala Delegasi Regional Palang Merah Internasional untuk Karibia, menyatakan bahwa ancaman kemanusiaan ini bersifat serius dan mendesak.
"Sekitar 1,5 juta orang mungkin terkena dampak langsung, dan seluruh penduduk Jamaika terkena dampak dengan satu atau lain cara," kata Mghendi.
Ia memperingatkan, curah hujan kali ini berpotensi memutus layanan penting selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, terutama bagi masyarakat pesisir yang rentan, termasuk perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Palang Merah Jamaika telah bergerak cepat. Mereka membantu peringatan dini, proses evakuasi, dan pendistribusian barang-barang yang telah disiapkan.
Pihak berwenang telah menyiapkan lebih dari 800 tempat penampungan, dan sebagian besar warga dilaporkan telah mengungsi.
Prediksi Pergerakan Badai
Pusat Badai Nasional AS (NHC) menginformasikan bahwa Badai Melissa diprediksi akan melemah menjadi Badai Kategori 3.
Inti badai diperkirakan bergerak menuju Kuba timur pada Selasa malam dan Rabu pagi, melintasi Bahama tenggara atau tengah pada Rabu malam, dan mendekati Bermuda pada Kamis malam. NHC juga memperingatkan warga di wilayah tersebut terhadap badai luar biasa ini.
"Warga di Jamaika harus tetap berada di tempat penampungan yang aman. Di wilayah peringatan di Kuba, warga harus segera mencari tempat penampungan yang aman. Di Bahama, persiapan untuk melindungi jiwa dan harta benda harus segera diselesaikan," tandasnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







