Pemprov DKI Potong Anggaran Subsidi Pangan Rp300 Miliar, Alasannya Warga Tak Suka Daging dan Susu

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 12 November 2025 | 17:41 WIB
Papat paripurna Raperda APBD 2026 DPRD DKI Jakarta diwarnai interupsi dan walk out. (BeritaNasional/Lydia)
Papat paripurna Raperda APBD 2026 DPRD DKI Jakarta diwarnai interupsi dan walk out. (BeritaNasional/Lydia)

BeritaNasional.com -  Sejumlah Fraksi DPRD DKI Jakarta menolak pemotongan anggaran subsidi pangan 2026 senilai Rp300 miliar.

Dalam rapat paripurna Pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2026, Rabu (12/11/2025), Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta yang pertama melakukan interupsi.

Anggota Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim mengatakan, anggaran tersebut dipotong karena masyarakat disebut tak suka daging dan susu.

"Saya yang pertama ingin menyampaikan keresahan kesedihan saya soal rencana pengurangan untuk subsidi pangan murah kepada masyarakat Rp300 miliar itu harusnya jangan dilakukan," katanya.

"Menurut informasi dari rapat-rapat disampaikan bahwasannya pak ketua, itu kenapa dikurangin? Karena tidak diminati daging dan susu UHT," tambah dia.

Lukman berujar, hal tersebut merupakan kebohongan dari anak buah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

"Ternyata itu berbohong oleh anak buah Gubernur," ungkapnya.

Kemudian, Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta juga melakukan interupsi yang diwakili oleh Ketua Fraksi Setyoko.

"Kami Fraksi Partai Gerindra, keberatan dengan pemotongan subsidi pangan sebesar Rp300 miliar," kata Setyoko.

Selanjutnya, Fraksi PSI DPRD Jakarta yang diwakiliki Josephine Simanjuntak menambahkan bahwa pihaknya heran karena pihak Pemprov DKI menyebut masyarakat tidak menyukai daging dan susu.

"Kami melakukan reses di bawah, itu tidak ada jawaban bahwa rakyat kita tidak suka daging dan susu. Yang tidak dimengerti sama mereka adalah mengakses pangan murah ini yang tidak didapat sampai detik ini. Dengan mudah," ujar Josephine.

 

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: