Prancis Kritik Operasi Militer AS di Karibia
BeritaNasional.com - Prancis mengkritik operasi militer yang dipimpin Amerika Serikat di kawasan Karibia. Hal itu terlihat dari kapal induk AS yang sudah merapat di Karibia.
Prancis memperingatkan, langkah militer AS tersebut dapat meningkatkan ketegangan di wilayah yang sudah rapuh.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean Noel Barrot dikutip dari France 24, mengatakan, penting untuk mencegah ketidakstabilan yang disebabkan oleh potensi eskalasi.
Pernyataannya muncul usai adanya peringatan dari Venezuela bahwa pengerahan militer AS baru-baru ini berisiko memicu konflik terbuka.
“Kami mengamati dengan penuh keprihatinan operasi militer di kawasan Karibia karena hal itu mengabaikan hukum internasional,” kata Barrot kepada para wartawan.
Barrot mengatakan, negara-negara G7 harus bekerja sama dan selaras untuk memerangi perdagangan narkotika sambil menjaga stabilitas kawasan.
Ia mengatakan, lebih dari satu juta warga negara Prancis yang tinggal di wilayah Karibia dapat terdampak langsung oleh potensi kerusuhan.
Selama beberapa bulan terakhir, Trump telah memperluas operasi militer AS di seluruh Amerika Latin, dengan mengerahkan marinir, kapal perang, pesawat tempur dan pembom, kapal selam, serta drone.
Kapal induk AS USS Gerald Ford merapat kawasan Karibia sebagai bagian dari pengerahan kekuatan tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, militer AS juga telah menghancurkan beberapa kapal nelayan Venezuela yang diduga membawa narkotika, meskipun tidak ada bukti publik yang disampaikan.
Trump juga telah mengancam akan mengambil tindakan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dan menuduhnya terlibat dalam perdagangan narkotika. Situasi Karibia kian tegang dipicu permusuhan Trump dan Maduro.
Sumber: Antara
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 18 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 22 jam yang lalu
EKBIS | 17 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







