Update Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta, 20 Orang Masih Jalani Perawatan

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 13 November 2025 | 16:35 WIB
Lokasi ledakkan di SMA 72 (Foto/Istimewa)
Lokasi ledakkan di SMA 72 (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Polda Metro Jaya melaporkan data terkini terkait korban dari insiden ledakan SMAN 72 Jakarta Utara. Tercatat, hingga hari ini korban yang masih menjalani perawatan ada sebanyak 20 orang.

“Data korban perhari ini Kamis November jam 13.00 wib sejumlah 20 pasien,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan pada Kamis (13/11/2025).

20 korban itu tersebar di tiga rumah sakit, dengan rincian sebanyak 13 orang di RS Islam Jakarta, lalu di RS Yarsi Jakarta sebanyak 6 orang dan Rs Polri Kramatjati sebanyak 1 orang yakni F yang merupakan anak berkonflik dengan hukum.

Budi sempat menjelaskan jika penyidik hari ini tengah mengumpulkan barang bukti (barbuk) serpihan ledakan yang menempel di tubuh korban, khususnya korban dirawat di RS Islam Jakarta.

“BB yang nempel di tubuh para korban, serpihan seperti paku dan sebagainya yang sudah dikumpulkan pihak rumkit,” ujarnya.

Sedangkan untuk kondisi Siswa ABH inisial F yang dirawat di RS Polri Kramatjati, lanjut Budi, saat ini masih dalam proses pemulihan yang menunjukan tren positif 

“ABH kondisi sudah sadar akan tetapi masih belum bisa diminta keterangan, karena kondisi masih masa pemulihan,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, peristiwa ledakan itu terjadi pada Jumat (7/11/2025) saat khotbah salat Jumat. Diketahui, total sebanyak 96 orang menjadi korban ledakan, termasuk pelaku yang telah ditetapkan sebagai anak berkonflik dengan hukum (ABH).

Para korban turut terdampak akibat ledakan di dua TKP, pertama di dalam Masjid memakai dua peledak mekanisme remote jarak jauh. Kemudian, dua ledakan dan dua bom tidak meledak di bank sampah, sementara sisa bom tidak meledak ditemukan di taman baca yang memakai mekanisme sumbu.

Sedangkan dari latar belakang F selaku anak berkonflik dengan hukum, didapat jika yang bersangkutan dikenal sebagai pribadi tertutup jarang bergaul. Sampai akhirnya, dorongan melakukan tindakan ekstrim, karena pengaruh dari media sosial.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: