Hari Guru Nasional 2025: Sejarah, Latar Belakang, hingga Cara Memperingatinya

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 17 November 2025 | 14:30 WIB
Ilustrasi para guru mengikuti pengenalan pembelajaran Deep Learning. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Ilustrasi para guru mengikuti pengenalan pembelajaran Deep Learning. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Hari Guru Nasional diperingati setiap 25 November sebagai momen penghormatan kepada para pendidik di seluruh Indonesia.

Penetapan tanggal ini merujuk pada hari berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November 1945. PGRI lahir sebagai wujud tekad guru Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan, mencerdaskan bangsa, serta mewujudkan pendidikan yang merata.

Pada masa kolonial, organisasi guru pertama sekali muncul melalui Perhimpunan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang berdiri pada awal abad ke-20.

Setelah Indonesia merdeka, para guru dari berbagai latar belakang bersatu di bawah nama PGRI. Melalui Keputusan Presiden No. 78 Tahun 1994, pemerintah kemudian menetapkan 25 November sebagai Hari Guru Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun PGRI.

Peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk menegaskan kembali bahwa guru memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter, nilai, dan masa depan generasi bangsa.

Di tengah perkembangan teknologi, guru tetap menjadi pilar utama dalam pendidikan, bukan hanya sebagai pengajar ilmu tetapi juga pembimbing moral dan teladan bagi siswa.

Serba-serbi Kegiatan Hari Guru Nasional

Setiap tahun, sekolah, komunitas pendidikan, dan pemerintah mengadakan berbagai kegiatan yang penuh makna. Beberapa kegiatan yang umum dilakukan antara lain:

1. Upacara Peringatan Hari Guru

Dilaksanakan di sekolah atau instansi pendidikan dengan pembacaan sambutan Menteri Pendidikan.

2. Persembahan Siswa untuk Guru

Mulai dari pembacaan puisi, video ucapan terima kasih, hingga pentas seni.

3. Lomba-lomba Bertema Guru

Seperti lomba esai, poster, karya tulis, hingga desain grafis tentang peran guru.

4. Penghargaan Guru Berprestasi

Pemberian apresiasi untuk guru yang inovatif, berdedikasi tinggi, atau membawa prestasi bagi sekolah.

5. Siswa Mengajar Guru (Class Rewind)

Kegiatan simbolis di mana siswa menggantikan posisi guru untuk menunjukkan rasa terima kasih.

6. Ziarah ke Makam Tokoh Pendidikan

Terutama tokoh seperti Ki Hajar Dewantara sebagai penghormatan sejarah pendidikan.

7. Seminar dan Webinar Pendidikan

Diisi dengan tema inovasi, kurikulum, serta isu-isu terbaru terkait dunia pendidikan.

8. Aksi Sosial dan Donasi

Gerakan solidaritas untuk guru honorer atau guru di daerah terpencil.

9. Pemeriksaan Kesehatan untuk Guru

Fasilitas dari pemerintah daerah sebagai bentuk apresiasi.

10. Pameran Inovasi Pembelajaran

Memamerkan metode mengajar kreatif, teknologi, dan media pembelajaran karya guru.

Sejarah Hari Guru Nasional

Hari Guru Nasional diperingati setiap 25 November di Indonesia. Penetapan ini tidak muncul begitu saja, tetapi memiliki perjalanan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan perjuangan para pendidik sejak masa penjajahan hingga kemerdekaan.

Pada awal abad ke-20, guru-guru pribumi mendirikan organisasi bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Organisasi ini memperjuangkan nasib guru serta hak pendidikan bagi masyarakat Indonesia yang saat itu masih sangat dibatasi oleh pemerintah kolonial.

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, para guru dari berbagai organisasi berbeda kemudian sepakat untuk bersatu. Pada 25 November 1945, mereka mendirikan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). PGRI menjadi simbol tekad guru untuk ikut mempertahankan kemerdekaan dan membangun bangsa melalui pendidikan.

Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan kontribusi guru, pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 resmi menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, sekaligus Hari Ulang Tahun PGRI. Sejak saat itu, Hari Guru Nasional diperingati setiap tahun di seluruh Indonesia.

Makna Hari Guru Nasional

Hari Guru Nasional memiliki makna mendalam, bukan hanya bagi para pendidik, tetapi juga bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Berikut makna utamanya:

1. Menghormati Dedikasi Guru

Menjadi guru bukan sekadar profesi, tetapi panggilan jiwa. Hari Guru menjadi waktu untuk menghargai pengorbanan, ketulusan, dan komitmen mereka dalam mendidik generasi muda.

2. Mengingat Peran Guru sebagai Pembangun Bangsa

Guru berperan membentuk karakter, moral, wawasan, dan masa depan generasi penerus. Tanpa guru, tidak ada sumber daya manusia yang unggul.

3. Mengapresiasi Jasa Guru yang Sering Tak Terlihat

Guru bekerja sepanjang waktu—baik di kelas maupun di luar kelas. Hari Guru mengingatkan masyarakat bahwa jasa mereka sangat besar meski tidak selalu terlihat.

4. Menguatkan Hubungan antara Siswa dan Guru

Peringatan ini mengajak siswa untuk kembali menunjukkan rasa hormat, terima kasih, dan penghargaan kepada guru.

5. Momentum Evaluasi Dunia Pendidikan

Hari Guru menjadi momen refleksi bagi pemerintah, sekolah, dan guru untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

6. Menjaga Semangat Guru untuk Terus Berinovasi

Di era teknologi, guru dituntut kreatif dan adaptif. Hari Guru memberi dorongan moral agar guru terus berkembang demi pendidikan yang lebih baik.

(Rep/Novia Amelia)sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: