Daerah Rawan Longsor, BNPB Siap Bangun Huntara Warga Cibeunying Cilacap yang Akan Direlokasi

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 18 November 2025 | 10:16 WIB
Daerah rawan longsor, BNPB siap bangun huntara warga Cibeunying Cilacap yang akan direlokasi. (Foto/BNPB)
Daerah rawan longsor, BNPB siap bangun huntara warga Cibeunying Cilacap yang akan direlokasi. (Foto/BNPB)

BeritaNasional.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melakukan peninjauan penanganan bencana longsor di desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap pada Senin (17/11/2025) kemarin.

Setibanya di pos lapangan, Suharyanto langsung memimpin rapat koordinasi yang dihadiri oleh Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah, Direktur Operasional Basarnas Laksma TNI Bramantyo, Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf.Andi Azis dan jajaran Forkopimda Kabupaten Cilacap.

Kepada Bupati Cilacap, Suharyanto mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) untuk tidak larut dalam situasi tanggap darurat saja. Memasuki hari keenam pada Selasa (18/11/2025) hari ini, ia pun meminta Bupati untuk mulai mempersiapkan masa transisi dari darurat ke fase pemulihan, termasuk rencana relokasi pemukiman warga ke daerah yang lebih aman.

Menurut dia, hal ini perlu mendapatkan perhatian yang serius karena terdapat 269 Kepala Keluarga (KK) terdampak, baik yang kehilangan tempat tinggal akibat tertimbun material longsor maupun yang tinggal di kawasan risiko ancaman tinggi.

Suharyanto pun mengutip hasil analisa kejadian longsor di Kecamatan Majenang, Cilacap oleh Badan Geologi bahwa wilayah sekitar lokasi terdampak longsor pada Kamis (13/11/2025) lalu itu masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan.

Wilayah ini masuk dalam zona prakiraan gerakan tanah menengah berdasarkan data morfologi lokasi yang diperkirakan berupa perbukitan dengan kemiringan landai-curam. Secara geologi, tanah di area ini merupakan tanah pelapukan tebal, berwarna cokelat, gembur, lepas, dan jenuh air dengan ketebalan lebih dari 10 meter.

Menurut Suharyanto, saat relokasi tidak lagi menjadi pilihan, namun menjadi keharusan bagi warga di wilayah terdampak, persiapan lahan relokasi menjadi hal pertama yang diperhatikan.

"Saya senang di Cilacap ini Pak Bupati sigap mencari lahan relokasi bagi warga terdampak. Laporan yang saya terima, lokasinya sudah ada dan tidak jauh, sekitar 2,5 kilometer," ujar Suharyanto.

"Meskipun demikian, yang penting juga diperhatikan adalah keamanan lahan relokasi. Pastikan telah disurvei oleh Badan Geologi untuk tingkat potensi risiko bencananya. Jangan sampai kejadian yang sama berulang di lokasi yang baru," tegasnya.

Ia menambahkan, BNPB siap membangun hunian sementara (huntara) jika lahan relokasi telah siap. Rencananya huntara ini selanjutnya akan menjadi rumah tumbuh untuk dibangunkan kembali sebagai hunian tetap (huntap). 

"Huntara nanti BNPB yang akan membangun dibantu oleh TNI dan Polri. Kapan waktunya? Secepatnya," tegasnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: